JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD resmi melakukan groundbreaking proyek industri ayam terintegrasi. Proyek ini bagian dari strategi hilirisasi pangan nasional dan diproyeksikan menopang pasokan daging ayam untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dinilai krusial di tengah potensi lonjakan permintaan pangan hewani seiring perluasan program MBG pada 2026.
Usulan Kementan dan Lonjakan Kebutuhan MBG
CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, bahwa inisiatif proyek industri ayam terintegrasi ini berawal dari usulan Kementerian Pertanian (Kementan).
Usulan tersebut mempertimbangkan proyeksi kebutuhan daging ayam nasional, terutama untuk mendukung MBG.
“Termasuk dengan adanya program MBG, kebutuhan ayam akan meningkat sangat signifikan. Karena nantinya InsyaAllah pada Agustus atau September 2026, kebutuhan untuk program MBG ini bisa mencapai lebih dari 82 juta penerima manfaat,” ujar Rosan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Antisipasi Lonjakan Harga Ayam dan Telur
Selain untuk menjaga pasokan, proyek ini juga diarahkan sebagai langkah antisipasi kenaikan harga ayam dan telur di pasaran.
Menurut Rosan, tanpa persiapan sejak dini, lonjakan permintaan berisiko mendorong inflasi pangan.
“Kalau kita tidak antisipasi dari sekarang, harga telur dan ayam bisa meningkat secara signifikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, prioritas utama dari proyek ini adalah penyerapan produksi dari masyarakat, sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh peternak dan pelaku usaha lokal.
Tersebar di Enam Provinsi Strategis
Tahap awal proyek industri ayam terintegrasi ini akan dibangun di enam wilayah strategis, yaitu:
- Kabupaten Malang, Jawa Timur
- Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo
- Kabupaten Lampung Selatan, Lampung
- Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan
- Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur
- Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB)
Ke depan, ID FOOD berencana memperluas proyek serupa ke sekitar 30 titik di berbagai daerah lain di Indonesia.
Baca Juga:
Ternyata Ini Tujuan BEI Perketat Aturan Free Float 15 Persen Mulai Maret 2026
Dipimpin Menkeu Purbaya, DJP Sidak Perusahaan Baja Pengemplang Pajak Rp583 Miliar
Produksi Jutaan Ton untuk Ketahanan Pangan
Secara total, industri ayam terintegrasi ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 1,5 juta ton daging ayam, dan 1 juta ton telur ayam
Kapasitas produksi tersebut diharapkan menjadi tulang punggung suplai pangan hewani nasional, khususnya untuk mendukung keberlanjutan program MBG sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar.
Proyek ini menegaskan peran Danantara sebagai motor penggerak hilirisasi sektor pangan. Dengan integrasi dari hulu ke hilir, pemerintah berharap distribusi ayam dan telur menjadi lebih efisien, terjangkau, dan berkelanjutan.
Ke depan, industri ayam terintegrasi ini juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional serta mengurangi ketergantungan pada mekanisme pasar yang rentan fluktuasi.
(Dist)











