JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, sebuah fenomena unik muncul di berbagai sudut kota, bendera One Piece – bajak laut dengan gambar tengkorak bertopi jerami simbol Jolly Roger dari kru Topi Jerami di manga dan anime berkibar berdampingan dengan Sang Merah Putih.
Ternyata fenomena ini bukan sekedar soal fandom. melainkan ekspresi sosial sebagai bentuk kritik simbolik terhadap kondisi sosial-politik Indonesia yang dirasakan sebagian masyarakat.
Salah satu video di media sosial yang diunggah oleh akun Instagram @wakandafolk tampak berbagai bendera Jolly Roger dikibarkan di rumah-rumah, jalanan, dan bahkan kendaraan. Video itu telah ditonton lebih dari 350 ribu kali dan disukai puluhan ribu orang.
Narasi yang menyertai video itu menyebutkan, bahwa pengibaran bendera tersebut adalah bentuk kekecewaan terhadap sistem yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. Dalam dunia One Piece, kru Topi Jerami diposisikan sebagai pihak yang melawan tirani dan membela yang lemah. Nilai-nilai inilah yang tampaknya direfleksikan dalam penggunaan bendera tersebut.
Bagi Nakama (sebutan penggemar One Piece) Jolly Roger bukan sekadar lambang bajak laut. Ia adalah simbol kebebasan, perlawanan terhadap penindasan, dan solidaritas di antara orang-orang buangan yang membentuk “keluarga” baru.
Namun di dunia nyata, Jolly Roger punya sejarah panjang. Mengutip Britannica, bendera ini digunakan pada masa keemasan pembajakan di laut sekitar abad ke-17 hingga ke-18 untuk mengintimidasi korban. Biasanya bergambar tengkorak dan tulang bersilang putih di atas latar belakang hitam.
Ada yang mengatakan istilah “Jolly Roger” berasal dari bahasa Prancis joli rouge (merah cantik) yang mengacu pada bendera merah bajak laut. Ada pula yang menyebut “Roger” sebagai eufemisme untuk iblis. Apapun asal-usulnya, simbol ini selalu bermakna ancaman bagi status quo.
Pengibaran Jolly Roger di Tengah Seruan Presiden
Menariknya, tren ini muncul bersamaan dengan imbauan resmi dari pemerintah untuk mengibarkan bendera Merah Putih selama bulan Agustus 2025. Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara, menginstruksikan agar seluruh warga mengibarkan bendera kebangsaan dari tanggal 1 hingga 31 Agustus.
Tujuannya untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan mengenang perjuangan para pahlawan. Namun di lapangan, beberapa warga justru mengekspresikan semangat mereka lewat simbol yang berbeda lewat Jolly Roger.
(Dist)











