BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Beredar luas di media sosial sebuah video yang memperlihatkan band Repvblik menghibur sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam sebuah acara di ballroom hotel di Bandung, Jawa Barat. Tayangan tersebut viral dan menuai berbagai kritik dari publik.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Fahmi Faisuri, memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan, bahwa penampilan band ternama tersebut hanyalah bagian kecil dari rangkaian kegiatan resmi yang berlangsung selama beberapa hari.
Fahmi menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan rapat koordinasi kinerja semester II tahun 2025. Acara digelar di Holiday Inn Pasteur Bandung pada Kamis, 11 Desember hingga Sabtu, 13 Desember 2025.
“Acara ini adalah rapat koordinasi kinerja semester II tahun 2025, dengan menggabungkan kegiatan empat OPD, yakni Bappeda, BKAD, Inspektorat Daerah, dan BKPSDM Kabupaten Tangerang,” ujar Fahmi Jumat (19/12/2025), melansir Liputan6.
Menurutnya, selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti agenda rapat dan evaluasi sejak pagi hingga sore hari.
Rangkaian Agenda Selama Tiga Hari
Berdasarkan rundown kegiatan, pada 11 Desember 2025 agenda difokuskan pada pembahasan pengawasan Inspektorat Daerah semester II. Keesokan harinya, peserta mengikuti rapat evaluasi kinerja perangkat daerah.
Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan Musrenbang Award dan awarding ASN Award sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja aparatur sipil negara.
Fahmi menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan memiliki tujuan utama untuk evaluasi, koordinasi, dan peningkatan kinerja pemerintahan daerah.
Baca Juga:
116 Santri di Sumedang Keracunan Massal, Polisi Turunkan Tim INAFIS
KPK Ringkus Bupati Bekasi Bersama Ayah, Kasus Suap Ijon Proyek Rp14,2 Miliar!
Penampilan Band Bagian Kontrak EO
Terkait penampilan band Repvblik yang menjadi sorotan publik, Fahmi menyebut hal itu merupakan bagian dari kontrak kerja sama dengan event organizer.
Ia menjelaskan bahwa event organizer yang digunakan telah terdaftar dalam sistem E-Katalog pemerintah, sehingga seluruh proses pengadaan mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku.
“Band tersebut merupakan bagian dari paket kegiatan yang disiapkan oleh event organizer,” ujarnya.
Meski demikian, Fahmi mengakui munculnya beragam kritik dari masyarakat. Ia berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman bahwa kegiatan tersebut bukan semata-mata acara hiburan, melainkan bagian dari rangkaian agenda resmi pemerintahan.
Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjut Fahmi, tetap berkomitmen menjalankan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam setiap kegiatan yang menggunakan anggaran negara.
(Dist)











