BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Masjid Jami’ An-Nur atau Masjid Baret Merah Kopassus Bintang 4 yang berlokasi di Kampung Pamoyanan, Desa Pada Asih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mendadak menjadi pusat perhatian publik.
Masjid tersebut diresmikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Selasa (20/1/2026).
Sejak pagi hari, ratusan warga tampak memadati area masjid dan lingkungan sekitarnya. Antusiasme warga terlihat jelas saat menyaksikan rangkaian acara peresmian, yang menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat.
Peresmian ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga mencerminkan kuatnya hubungan emosional antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan masyarakat.
Simbol Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Dalam sambutannya, Panglima TNI menegaskan bahwa kehadiran Masjid Jami’ An-Nur diharapkan menjadi sarana ibadah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus simbol kedekatan TNI dengan rakyat.
“Peresmian masjid ini menjadi simbol harmonisasi nilai-nilai keislaman dengan semangat pengabdian dan kebangsaan,” kata Jenderal Agus Subiyanto.
Ia menambahkan, pembangunan masjid tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan spiritual masyarakat.
“Ini adalah wujud nyata kepedulian TNI terhadap pembangunan fasilitas keagamaan yang bermanfaat bagi umat dan lingkungan sekitarnya,” lanjutnya.
Panglima TNI menekankan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sosial dan keagamaan.
Desain Unik, Kubah Berbentuk Baret Merah Kopassus
Salah satu daya tarik utama Masjid Jami’ An-Nur adalah desain arsitekturnya yang unik dan sarat makna. Kubah masjid dirancang menyerupai Baret Merah Kopassus dengan empat bintang di atasnya.
Desain tersebut bukan sekadar estetika, melainkan simbol nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh prajurit TNI.
Baret Merah Kopassus melambangkan:
- Keberanian dalam menjalankan tugas
- Dedikasi tanpa pamrih kepada bangsa dan negara
- Loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia
Empat bintang pada kubah juga dimaknai sebagai representasi nilai-nilai ajaran Islam yang menjadi fondasi pembentukan karakter umat yang beriman dan bertakwa.
Baca Juga:
Heboh Video Gubernur Aceh Mualem Menikah Lagi di Malaysia, Asli?
Total Kerugian Dugaan Penipuan WO Ayu Puspita Capai Rp18,4 Miliar
Warga Sambut Positif Kehadiran Masjid
Bagi warga Kampung Pamoyanan dan sekitarnya, kehadiran Masjid Jami’ An-Nur menjadi berkah tersendiri. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pembinaan umat.
Sejumlah warga mengaku bangga karena masjid di kampung mereka diresmikan langsung oleh Panglima TNI. Kehadiran pimpinan tertinggi TNI tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian negara terhadap masyarakat di tingkat akar rumput.
Masjid ini juga diharapkan dapat memperkuat nilai persatuan, toleransi, serta semangat kebersamaan antara aparat negara dan masyarakat sipil.
Masjid Jami’ An-Nur bukan hanya simbol arsitektur unik, tetapi juga cerminan sinergi antara nilai religius dan semangat kebangsaan. Kehadirannya mempertegas peran TNI sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat.
Dengan konsep tersebut, masjid ini diharapkan menjadi ruang yang menumbuhkan nilai spiritual sekaligus nasionalisme, sejalan dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
(Dist)











