JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Nama pengusaha tambang Muhammad Alexander Assad mendadak jadi sorotan panas.
Rumah tangganya dengan selebgram Clara Shinta kini berada di ujung tanduk setelah dugaan perselingkuhan dibongkar secara terbuka.
Terbongkar dari Instagram Story
Drama ini mencuat setelah Clara secara terang-terangan membagikan bukti melalui Instagram Story miliknya.
Ia mengunggah sejumlah tangkapan layar yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan sang suami yang disebut-sebut melakukan panggilan video asusila (VCS) dengan wanita lain.
Unggahan tersebut langsung menyulut ledakan reaksi publik.
Bukti Visual Picu Kemarahan
Dalam penjelasannya, Clara menyebut ada bukti visual yang memperlihatkan sosok wanita dalam kondisi tidak pantas.
Fakta ini membuat isu berkembang liar, sekaligus memancing simpati terhadap Clara dan kemarahan terhadap sang suami.
Di media sosial, narasi langsung terbentuk: pengkhianatan yang tidak lagi bisa ditutupi.
Akun Diserbu, Komentar Pedas Membanjir
Sejak isu ini viral, akun Instagram milik Muhammad Alexander Assad langsung digempur ribuan komentar.
Menariknya, salah satu unggahan yang paling diserbu adalah foto kebersamaannya dengan Listyo Sigit Prabowo.
Alih-alih membahas momen formal, kolom komentar justru dipenuhi sindiran tajam terkait skandal yang sedang beredar.
“Anjay vcs kesebar noh,” tulis salah satu netizen.
Nada komentar menunjukkan kemarahan dan juga rasa kecewa publik.
Publik Geram, Klarifikasi Belum Ada
Banyak warganet mempertanyakan tindakan Alex yang dianggap mencoreng rumah tangganya sendiri.
Tak sedikit yang menyayangkan sikap tersebut, apalagi Clara selama ini dikenal sebagai figur publik dengan citra positif.
Namun hingga kini, Muhammad Alexander Assad masih memilih diam.
Tidak ada klarifikasi resmi, tidak ada bantahan terbuka.
Baca Juga:
Keyndah Ambruk Usai Diterpa Isu VCS dengan Suami Clara Shinta
Cupi Cupita Dituding Rebut Tunangan Orang, Instagram Diserbu Netizen
Kasus ini belum menunjukkan tanda mereda.
Publik terus memantau setiap perkembangan, menunggu kejelasan di tengah banjir spekulasi.
Di era digital, satu unggahan bisa menghancurkan reputasi dalam hitungan jam dan dalam kasus ini, badai itu tampaknya masih jauh dari reda.
(Dist)











