JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Sebuah unggahan pada media sosial Facebook, diduga memperlihatkan susu kadaluwarsa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi viral. Diketahui, kejadian itu memicu keresahan orang tua siswa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Dalam unggahan itu, pengguna Facebook menampilkan foto susu kemasan yang disebut-sebut sudah melewati tanggal masa konsumsi, tetapi tetap dibagikan di SDN Widarasari dan PAUD di Kecamatan Kramatmulya.
Terlihat foto tumpukan susu kotak berwarna biru dan gambar close-up yang menunjukkan kode produksi serta tanggal kadaluwarsa. Sang pengunggah mempertanyakan lemahnya pengawasan pelaksana program.
“Astagfirulloh ini susu MBG di SDN Widarasari kec. Kramatmulya sama di PAUD-nya, tanggal EXP-nya udah kadaluarsa. Gimana sih pengurusnya, apa nggak dilihat dulu EXP-nya?” tulis akun tersebut.
BACA JUGA:
Heboh Insentif Rp5 Juta untuk Konten Positif MBG, Kepala BGN:Tidak Mengeluarkan Kebijakan Itu
Akun itu juga meminta pihak terkait memastikan keamanan produk, mengingat anak-anak yang mengkonsumsinya.
Ratna, warga Kecamatan Kramatmulya, turut mencurahkan keresahannya. Ia mengaku sebagai orang tua murid terkejut dan resah setelah mengetahui informasi tersebut.
“Tentu kami sebagai orang tua khawatir sekali. Program MBG ini kan tujuannya baik untuk gizi anak, tapi kalau pengawasannya lemah sampai ada barang diduga kedaluwarsa lolos dibagikan, ini fatal,” ujar Ratna melansir RRI, Sabtu (15/11/2025).
Ia pun mendesak Satgas MBG Kabupaten Kuningan turun tangan untuk mengecek kebenaran laporan tersebut.
“Harus segera dicek ke lapangan, ditarik produknya jika benar kadaluwarsa. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kami, jangan dianggap sepele,” tuturnya.
Terkait hal itu, Kepala Satgas Percepatan Program MBG Kabupaten Kuningan, U Kusmana, menyatakan pihaknya sudah meminta Korwil SPPI untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut.
“Lagi dikonfirmasi dan saya meminta informasi ini dicek oleh Korwil SPPI ke pihak SPPG-nya,” kata Kusmana, yang juga menjabat Sekda Kuningan, melalui pesan WhatsApp.
(Saepul)











