JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Musisi Isyana Sarasvati kembali ramai diperbincangkan publik. Kali ini bukan semata soal musik, melainkan visual album kelimanya yang bertajuk ELEKTIKO.
Perhatian publik tertuju pada babak pamungkas bertajuk ABADHI, yang menghadirkan nuansa gelap dominan merah dan hitam dengan elemen api. Di bagian tengah visual, tampak simbol satu mata yang langsung memicu berbagai spekulasi di media sosial, khususnya Threads.
Proyek Ambisius Empat Babak
ELEKTIKO dirilis bertahap sejak Mei 2025 hingga awal 2026 dan dibagi menjadi empat babak: LUNORA, MAMIU, CECILIA, dan ABADHI.
- LUNORA menggandeng sejumlah musisi seperti Hindia, Vidi Aldiano, dan Afgan.
- MAMIU disebut terinspirasi dari kecintaan Isyana pada kartun.
- CECILIA menampilkan sisi feminin dan kedewasaan musikalnya.
- ABADHI menjadi penutup dengan eksplorasi visual dan musikal paling gelap.
Album ini juga menjadi tonggak baru karena dirilis di bawah label independen miliknya sendiri, REDROSE Records, pasca konser satu dekade “Lost in Harmony”.
Simbol Mata Satu dan Teori Konspirasi

Simbol satu mata di visual ABADHI memantik perdebatan tajam. Sejumlah warganet mengaitkannya dengan teori konspirasi Illuminati yang kerap diasosiasikan dengan lambang “all-seeing eye”.
Komentar pun bermunculan:
“Awal muncul album ini mulai hitam merah dan suka kostum tanduk, udah ngerasa janggal,” tulis seorang netizen.
“Knp sih genre musik suka digeneralisasi sebagai ritual? Jangan semuanya dihubungkan ke spiritual,” bela warganet lain.
Perdebatan makin melebar karena Isyana sebelumnya berkolaborasi dengan Hindia (Baskara Putra), yang pada 2023 juga sempat disorot akibat penggunaan simbol serupa dalam konsep panggungnya.
Fenomena Lama di Industri Musik
Kontroversi simbol mata satu bukan hal baru di industri hiburan Tanah Air. Ahmad Dhani bersama Dewa 19 pernah menghadapi tudingan serupa terkait visual lagu “Satu” dan album Cintailah Cinta.
Dalam banyak kasus, simbol visual artistik kerap ditafsirkan berbeda oleh publik. Perbedaan sudut pandang inilah yang kembali terjadi pada ELEKTIKO.
Simbol “mata satu” atau Mata Ilahi (All-Seeing Eye) yang sering dikaitkan dengan segitiga, awalnya adalah simbol Kristen Renaisans untuk mata Tuhan yang mengawasi manusia dengan kasih sayang.
Namun, dalam budaya populer dan teori konspirasi, simbol ini sering kali dikaitkan dengan Illuminati, Freemason, atau kekuatan okultisme/iblis
Isyana Belum Beri Klarifikasi
Hingga kini, Isyana belum memberikan pernyataan khusus terkait simbol tersebut. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia menegaskan bahwa karya yang ia ciptakan lahir dari kebebasan berekspresi dan tidak terikat pada genre maupun teori tertentu.
Album ELEKTIKO sendiri banyak dipuji karena eksplorasi musikalnya yang progresif dan berani keluar dari pakem pop arus utama.
Baca Juga:
Sinopsis Film The Bride! Christian Bale Bikin Frankenstein Lebih Kelam
Fakta Baru Kematian Kurt Cobain Dibongkar Forensik Independen, Dibunuh!
Perdebatan ini seakan menegaskan bahwa seni tidak pernah berdiri di ruang hampa. Visual, simbol, dan konsep artistik sering kali terbuka terhadap interpretasi beragam.
Di satu sisi, ada kekhawatiran yang lahir dari tafsir simbolik. Di sisi lain, ada pembelaan terhadap kebebasan berkarya.
Yang jelas, ELEKTIKO berhasil mencuri perhatian bukan hanya lewat musik, tetapi juga lewat diskursus yang menyertainya.
(Dist)











