JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Ketegangan antara Amerika Serikat dan World Anti-Doping Agency (WADA) kembali memanas setelah lembaga anti-doping global tersebut mengkaji aturan baru yang dapat memberikan sanksi kepada negara yang menunggak iuran keanggotaan.
Proposal yang tengah dibahas itu memuat tiga tingkat sanksi bagi negara yang tidak memenuhi kewajiban finansialnya. Salah satu sanksi paling mencolok adalah kemungkinan larangan bagi perwakilan pemerintah negara bersangkutan untuk menghadiri berbagai ajang olahraga internasional.
Jika aturan tersebut disahkan, maka pejabat pemerintah dari negara yang menunggak iuran tidak akan diizinkan menghadiri sejumlah kompetisi besar seperti Olimpiade, Paralimpiade, maupun berbagai Kejuaraan Dunia.
Pejabat Tinggi AS Bisa Terdampak
Dalam konteks Amerika Serikat, sanksi tersebut berpotensi berdampak langsung pada pejabat tinggi negara.
Beberapa pihak menyebut pembatasan tersebut bahkan bisa mencakup Presiden Donald Trump, wakil presiden, hingga anggota Kongres jika pemerintah AS tetap menunda pembayaran iuran kepada WADA.
Meski demikian, kebijakan tersebut masih berada pada tahap proposal dan dapat disahkan lebih cepat apabila dinilai sebagai langkah yang mendesak oleh otoritas olahraga internasional.
Tunggakan Iuran Capai Jutaan Dolar
Berdasarkan data yang beredar, Amerika Serikat diperkirakan memiliki tunggakan iuran sekitar 3,7 juta dolar AS dari tahun sebelumnya, ditambah sekitar 3,6 juta dolar AS untuk tahun 2024.
Jumlah tersebut membuat hubungan antara Washington dan WADA semakin tegang. Pemerintah AS hingga kini belum melunasi kewajiban tersebut karena masih menuntut perubahan dalam sistem pengawasan anti-doping global.
Perselisihan Lama AS dan WADA
Perselisihan antara Amerika Serikat dan WADA bukanlah isu baru. Ketegangan tersebut telah berlangsung sejak pemerintahan sebelumnya, dipicu oleh ketidakpercayaan Washington terhadap mekanisme pengawasan anti-doping internasional.
Pemerintah AS menilai sistem yang dikelola WADA masih memiliki sejumlah kelemahan, terutama dalam menangani kasus doping besar di tingkat global.
Karena alasan tersebut, Washington memilih menahan pembayaran iuran sambil mendesak dilakukannya audit independen terhadap WADA.
Baca Juga:
Terungkap! Trump Berdalih Soal Serangan Sekolah di Iran yang Tewaskan 170 Warga Sipil
Timnas Iran Tolak Tampil di Piala Dunia 2026, Imbas Ali Khamenei Gugur
Situasi ini dikhawatirkan dapat memicu ketegangan lebih luas di dunia olahraga internasional, terutama menjelang sejumlah agenda olahraga besar yang akan digelar dalam beberapa tahun ke depan.
Jika aturan sanksi benar-benar diterapkan, bukan hanya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan WADA yang terdampak, tetapi juga dinamika politik olahraga global.
Spekulasi pun mulai muncul mengenai kemungkinan pembatasan terhadap pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Donald Trump, jika konflik antara Washington dan lembaga anti-doping dunia tersebut tidak segera menemukan titik temu.
(Dist)










