JAKARTA, TEROPONGEMDIA.ID — Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i menegaskan, tidak boleh ada aksi sweeping yang dilakukan organisasi masyarakat maupun pihak mana pun selama bulan Ramadan.
Pemerintah ingin suasana bulan suci tetap kondusif dan penuh saling menghormati. Menurut dia, esensi Ramadan seharusnya memperkuat toleransi sosial.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki latar belakang beragam sehingga pendekatan persuasif dan saling memahami jauh lebih penting dibanding tindakan sepihak.
Tekankan Sikap Saling Menghormati
Romo meminta semua pihak menjaga suasana Ramadan dengan menghormati umat Muslim yang berpuasa. Namun di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua warga menjalankan ibadah puasa.
Karena itu, fasilitas umum tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang tidak berpuasa. Ia menilai keseimbangan sikap menjadi kunci agar tidak muncul gesekan sosial selama bulan suci.
“Sedapat mungkin suasana Ramadan menunjukkan penghormatan dari mereka yang tidak puasa kepada yang berpuasa. Tapi kita yang berpuasa juga harus menyadari kondisi masyarakat,” ujarnya, usai Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 H di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2) malam.
Soal Surat Edaran Sweeping
Ketika ditanya kemungkinan Kementerian Agama Republik Indonesia menerbitkan surat edaran khusus larangan sweeping, Romo menegaskan hal tersebut bukan ranah kementeriannya.
Ia menjelaskan, urusan penertiban dan keamanan berada pada institusi penegak hukum. Kementerian Agama, kata dia, fokus pada pembinaan kehidupan beragama dan menjaga harmoni umat.
Meski begitu, Romo melihat situasi Ramadan dalam beberapa tahun terakhir relatif kondusif. Ia bahkan mengaku belum mendengar adanya rencana sweeping baik pada Ramadan sebelumnya maupun tahun ini.
Baca Juga:
Hilal Nihil, Pemerintah Resmi Tetapkan Puasa Ramadan 2026 Mulai 19 Februari
Pemerintah berharap Ramadan 1447 H berlangsung damai tanpa tindakan yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat. Romo menekankan pendekatan dialog dan edukasi jauh lebih efektif dibanding aksi-aksi sepihak di lapangan.
“Insya Allah suasana tetap kondusif,” pungkasnya.
(Dist)











