Waspada Serangan Siber Web Defacement, BSSN Ingatkan Pemda

Waspada Serangan Siber Web Defacement, BSSN Ingatkan Pemda
Ilustrasi-Waspada Serangan Siber Web Defacement, BSSN Ingatkan Pemda (bing)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan pemerintah daerah (pemda) di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman web defacement. Serangan siber ini dinilai paling sering terjadi karena sebagian besar layanan publik pemda berbasis situs web.

Defacement menyasar sistem elektronik berbasis web, yaitu layanan publik kita hampir semua mengandalkan itu. Oleh karena itu, insiden ini menjadi yang paling banyak terjadi,” kata Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN Danang Jaya dalam keterangannya di Samarinda, Jumat (5/9/2025) dilansir Antara.

Pernyataan itu disampaikan saat dirinya menjadi narasumber dalam webinar “Penyusunan Profil Risiko Keamanan Siber Sektor Pemerintah Daerah” yang melibatkan pemda se-Kalimantan Timur.

Danang meminta penyelenggara teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pemda segera menindaklanjuti setiap notifikasi serangan siber, khususnya web defacement.

Baca Juga:

Waspada Serangan Siber pada Satelit, Begini BRIN Beberkan Strategi Pengamanannya

Serangan Siber Semakin Marak, Ini Metode Phising yang Perlu Diwaspadai!

“Jika mendapat notifikasi, segera tindaklanjuti ke BSSN untuk perbaikan,” tegas Danang.

Meski jumlah notifikasi serangan dari 2023 hingga 2025 terbilang tinggi, ia mengapresiasi respons cepat dari CSIRT (computer security incident response team) pemda yang semakin sigap menangani insiden. Menurutnya, hal ini menandakan kesadaran akan ancaman siber semakin meningkat.

Danang juga menekankan pentingnya pemda memiliki kemampuan mengidentifikasi, mengelola, dan menanggulangi risiko keamanan siber. Berdasarkan peta risiko dominan 2024, sebagian besar memang berada di level rendah, namun bukan berarti tidak ada ancaman.

“Insiden siber bisa terjadi kapan saja. Terkait hal itu, dibutuhkan manajemen risiko yang baik, bukan hanya untuk menanggulangi serangan, tetapi juga untuk mencegah dan menjaga dampaknya,” tutupnya. (usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
DJP
DJP Dukung UMKM Naik Kelas via PP Nomor 20 Tahun 2026
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Bupati Bandung Siapkan Langkah Terpadu Tangani Banjir, Sampah, dan Krisis Air saat Kemarau
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Berita Lainnya

1

Jembatan Cirahong, Satu-satunya Jembatan Susun di Indonesia

2

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Puluhan Warga Kota Bandung Antusias Ikuti Program Padat Karya Tematik 2026
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik