BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID ID – Xiaomi memperkenalkan proyek kecerdasan buatan eksperimental bernama miclaw, sebuah asisten AI otonom yang dirancang mampu menjalankan berbagai tugas secara langsung di dalam ponsel pintar.
Menurut laporan Gizmochina pada Jumat, miclaw saat ini masih berada pada tahap uji coba awal. Sistem tersebut dibangun menggunakan model bahasa besar internal Xiaomi yang disebut MiMo.
Berbeda dengan asisten AI konvensional yang umumnya hanya menjawab pertanyaan atau menghasilkan teks, miclaw dirancang untuk memahami maksud pengguna dan mengeksekusi tugas melalui interaksi langsung dengan fitur sistem maupun aplikasi yang ada di perangkat.
Dengan persetujuan pengguna, asisten AI tersebut dapat mengakses fungsi sistem serta aplikasi pihak ketiga yang didukung untuk menjalankan berbagai perintah.
Melalui kemampuan tersebut, AI dapat menentukan sendiri aplikasi atau fitur yang perlu digunakan serta langkah-langkah yang harus dilakukan guna menyelesaikan suatu permintaan.
Sebagai contoh, ketika pengguna memberikan perintah yang memerlukan pembukaan aplikasi, pengecekan data sistem, atau pengaktifan fitur tertentu, miclaw akan menganalisis permintaan tersebut dan mengeksekusi tahapan yang diperlukan secara berurutan.
Xiaomi menyebut teknologi ini mampu menerjemahkan perintah pengguna yang bersifat umum menjadi tindakan yang lebih spesifik.
Di dalam sistem miclaw terdapat mekanisme yang disebut inference-execution loop. Dalam proses ini, AI akan menganalisis permintaan pengguna terlebih dahulu, kemudian memilih alat serta parameter yang sesuai untuk menjalankan tugas.
Setelah tindakan dijalankan, sistem akan mengevaluasi hasilnya sebelum melanjutkan proses hingga tugas dinyatakan selesai. Seluruh tahapan dilakukan secara sinkron agar tidak mengganggu proses lain yang berjalan pada perangkat.
Selain itu, miclaw juga dilengkapi dengan sistem memori yang memungkinkan AI mempelajari pola penggunaan pengguna dari waktu ke waktu. Sistem ini menyimpan konteks penting dari interaksi sebelumnya sekaligus merangkum percakapan lama untuk mendukung penyelesaian tugas yang lebih kompleks.
Asisten AI tersebut juga dapat terhubung dengan ekosistem perangkat pintar Xiaomi melalui integrasi dengan platform rumah pintar Mi Home.
Integrasi ini memungkinkan miclaw membaca status perangkat rumah pintar dan mengirimkan perintah otomatis apabila pengguna memberikan izin.
Xiaomi juga membuka akses pengembangan bagi pihak ketiga melalui dukungan terhadap standar terbuka Model Context Protocol. Dengan dukungan tersebut, berbagai utilitas AI dari platform lain dapat diintegrasikan ke dalam sistem miclaw.
Selain itu, perusahaan turut merilis software development kit (SDK) yang memungkinkan aplikasi pihak ketiga menjelaskan kemampuan dan fitur yang dimiliki sehingga dapat dipanggil oleh AI saat dibutuhkan.










