BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Petarung kickboxing asal Jepang, Yuki Yoza, akan menghadapi ujian terberat dalam kariernya saat berduel dengan Superlek di ajang ONE 173 yang dijadwalkan berlangsung pada 16 November mendatang di Ariake Arena, Tokyo, Jepang.
Bagi Yoza, duel ini menjadi kesempatan besar untuk membuktikan kapasitasnya di level tertinggi. Petarung berusia 27 tahun tersebut menyadari bahwa menghadapi Superlek bukan hal mudah, mengingat lawannya itu dikenal sebagai salah satu striker paling produktif di dunia.
Superlek sendiri datang dengan reputasi mentereng. Petarung asal Thailand itu telah mengoleksi 139 kemenangan sepanjang kariernya dan kini berstatus sebagai juara kelas terbang kickboxing ONE Championship. Ia juga pernah menumbangkan sejumlah nama besar seperti Rodtang Jitmuangnon, Jonathan Haggerty, hingga Nabil Anane.
Meski demikian, Yoza justru memandang pertarungan ini sebagai tantangan yang selama ini ia cari.
“Tidak ada petarung lemah di ONE. Semua punya kemampuan kelas dunia dan ketangguhan mental kuat. Bisa berduel di panggung ini melawan yang terbaik adalah hal tertinggi bagi petarung,” ujar Yoza.
Petarung dari Team Vasileus itu mengaku telah mempelajari kekuatan dan kelemahan Superlek secara mendalam.
BACA JUGA:
Link Live Streaming ONE Championship Friday Fights 126, Selain Yalla Shoot
Jonathan Haggerty Pertahankan Gelar ONE Championship di Qatar
Pada tahun lalu, menjelang duel antara Superlek dan Takeru Segawa, Yoza turut membantu rekan satu timnya dengan berperan sebagai Superlek dalam sesi latihan. Ia menirukan seluruh teknik khas petarung Thailand itu, yang kemudian memberinya pemahaman lebih dalam tentang keunggulan dan kelemahan sang juara berjuluk Mesin Penendang tersebut.
Yoza bahkan sempat membandingkan Superlek dengan lawan sebelumnya yang pernah ia kalahkan.
“Superlek ada di puncak ONE tetapi sejujurnya, lawan saya sebelumnya Petchtanong justru lebih sulit bagi saya dari segi gaya,” kata Yoza.
“Saya berhasil menjatuhkan dan mengalahkannya. Pengalaman dari dua laga itu akan membantu saya. Jadi saya tidak melihat ada masalah di sini.”
Yoza datang ke ONE Championship dengan membawa reputasi besar setelah mendominasi kancah kickboxing Jepang dan merebut gelar juara K-1. Ia kemudian membuktikan kualitasnya dengan menumbangkan Elbrus Osmanov dalam debutnya di ONE Friday Fights 109, serta mengalahkan mantan juara kelas bantam, Petchtanong.
Dengan torehan 12 kemenangan beruntun, Yoza kini siap menambahkan nama besar Superlek ke dalam daftar korbannya.
“Superlek benar-benar bisa segalanya. Bahkan dengan aturan kickboxing tanpa serangan siku atau clinch, dia tetap menunjukkan kemampuan kelas dunia,” ungkap Yoza.
“Penggemar dan orang industri menilainya tinggi. Jika saya bisa mengalahkannya, pengakuan itu juga akan datang kepada saya. Saya sangat menantikan laga ini.”
Menariknya, Yoza tak hanya berfokus pada kemenangan, tetapi juga ingin mengguncang mental juara milik Superlek.
“Saya tidak masalah jika berakhir dengan kaki yang patah. Saya benar-benar tidak masalah mematahkan kaki. Saya ingin patahkan mentalnya dengan kemenangan saya,” tegasnya.
“Petarung level teratas punya kekuatan mental luar biasa. Saya ingin menghancurkan semangat kuat itu dan menunjukkan momen tersebut pada penggemar di seluruh Jepang,” pungkas Yoza.
(Haqi/Budis)











