JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kasus campak melonjak tajam di Kabupaten Tangerang, Banten. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat bergerak dengan strategi vaksinasi massal untuk tenaga kesehatan sekaligus serangan imunisasi ke ratusan ribu balita.
10.000 Nakes Jadi Prioritas Pertama
Langkah pertama yang diambil Dinkes Kabupaten Tangerang adalah membentengi garda terdepan yaknin para tenaga kesehatan itu sendiri.
“Kita kemarin sudah dapat edaran dari Kementerian Kesehatan untuk vaksinasi nakes, targetnya 10.000 nakes,” tegas Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, Senin (6/4/2026).
Vaksin akan didistribusikan langsung oleh Kementerian Kesehatan. Namun ada satu catatan penting: pelaksanaannya masih menunggu hasil studi efikasi vaksin campak untuk orang dewasa dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Kita tinggal tunggu vaksin untuk tenaga medisnya dari Kementerian Kesehatan,” jelas Hendra.
Angka Tak Berbohong: 140 Kasus Hanya dalam 3 Bulan
Sepanjang 2025, total kasus campak di Kabupaten Tangerang tercatat 180 kasus.
“Sekarang ini saat ini Januari sampai Maret 2026 itu sudah ada 140 kasus. Jadi meningkat,” ungkap Hendra, Kamis (2/4/2026).
Artinya, hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini, kasus campak sudah mencapai 78% dari total kasus sepanjang tahun lalu. Tren ini bukan sekadar lonjakan namun sinyal darurat.
Tiga kecamatan menjadi episentrum penyebaran: Teluknaga, Pasar Kemis, dan Pagedangan.
180.000 Balita Masuk Radar
Selain memvaksin nakes, Dinkes Kabupaten Tangerang juga menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) — imunisasi massal khusus balita yang menyasar 180.000 anak usia 9 bulan hingga 59 bulan.
“Kita melakukan imunisasi terhadap semua balita dari usia 9 bulan sampai 5 tahun tanpa memandang status imunisasi. Jadi kalau yang udah pernah atau enggak, suntik semua sekarang,” tegas Hendra.
Kegiatan ini bertujuan membangun kekebalan komunitas yang solid sebelum virus campak semakin tak terkendali.
“Itu untuk meningkatkan kekebalan anak kita, sehingga nanti mereka juga kalau ada paparan virus campak akan terhindar,” tambahnya.
Baca Juga:
Kronologi Ayah Pengantin Tewas Dikeroyok Preman Saat Hajatan Nikah di Purwakarta
23 Pohon Tumbang, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Bandung
Pertengahan April, Puskesmas Seluruh Tangerang Bergerak Serentak
ORI dijadwalkan bergulir pertengahan April 2026 secara serentak di seluruh puskesmas yang tersebar di Kabupaten Tangerang. Langkah ini dinilai krusial mengingat lonjakan kasus yang terus menanjak sejak awal tahun.
Bagi orang tua yang memiliki anak di usia rentan segera pantau jadwal di puskesmas terdekat. Jangan tunggu sampai virus itu datang lebih dulu ke rumah Anda.
(Dist)