11 Panelis Debat Cawapres Akademisi Universitas Terkemuka, ini Profilnya

panelis debat cawapres
Foto (Youtube/KPU)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan dalam Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2024 keempat, menyertakan 11 orang panelis, pada debat Minggu (21/01/2024).

Adapun debat tersebut mengusung tema  energi, sumber daya alam (SDA), pangan, pajak karbon, lingkungan hidup, agraria, dan masyarakat adat.

Ke-11 panelis itu harus dikarantina terlebih dahulu, untuk mempersiapkan pertanyaan kritis. Mereka dikarantina mulai pada Jumat (19/1/2024). Diketahui, diantara dari mereka adalah seorang akademisi dari universitas terkemuka di Indonesia.

BACA JUGA: Roy Suryo Dilaporkan Relawan Prabowo-Gibran Soal Mic Debat Cawapres

11 Panelis Debat Cawapres Keempat

Melansir Antara, berikut daftar 11 panelis Debat Cawapres keempat beserta profilnya:

1. Abrar Saleng

Pertama Abrar Saleng, seorang Guru Besar dan Ahli Hukum Agraria, terkenal dengan kontribusinya dalam perlindungan hukum bagi berbagai pihak, khususnya masyarakat adat yang sering menjadi korban eksploitasi tambang. Pengalaman sebagai bagian tim reformasi hukum memberinya wawasan mendalam dalam mengatasi konflik dan menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

2. Arie Sujito 

Dari Sosiolog Pedesaan dan Wakil Rektor UGM, Arie Sujito membawa suaranya dalam menyuarakan pentingnya kebijakan politik dan tata kelola negara. Melalui jurnal ilmiahnya, dia merinci urgensi UU Desa dan peran pertanian dalam pembangunan pedesaan, memberikan landasan kuat untuk pertanyaan kritis terkait agraria dan pangan.

3. Arif Satria 

Ketiga, Rektor IPB, Arif Satria tidak hanya memimpin lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga membawa keahliannya sebagai pembicara internasional. Pengalamannya sebagai delegasi Indonesia pada KTT Bumi Rio +20 dan forum tingkat tinggi FAO PBB memberikan dimensi global pada isu-isu lingkungan, energi, dan kelautan.

4. Dewi Kartika 

Keempat Dewi Kartika sebagai Sekretaris Jenderal KPA, bukan hanya aktivis reformasi agraria yang berkomitmen, tetapi juga memiliki pengalaman luas di organisasi kemasyarakatan. Partisipasinya dalam Dewan Global ILC dan studi di Belanda memberinya wawasan global tentang transisi agraria, yang akan membantu dalam menyajikan pertanyaan yang relevan.

5. Fabby Tumiwa 

Kelima, ada nama Fabby Tumiwa selaku Direktur Eksekutif IESR menjadi pelopor dalam membahas kebijakan transisi energi Indonesia. Dengan latar belakang di Universitas Tufts dan pengalaman sebagai delegasi perubahan iklim, Fabby Tumiwa akan membawa keahliannya untuk membongkar isu-isu energi dan keberlanjutan, mendukung pertanyaan yang tajam.

6. Hariadi Kartodihardjo

Kemudian Hariadi Kartodihardjo dari Guru Besar Lingkungan IPB, tidak hanya memberikan kontribusi akademis melalui jurnal dan publikasinya, tetapi juga turut serta dalam memberikan saran sebagai Penasehat Senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Keahliannya mencakup isu-isu lingkungan, kehutanan, dan sumber daya alam.

7. Ridwan Yahya 

Lalu, Ridwan Yahya Guru Besar Teknologi Hasil Hutan, memiliki pengalaman sebagai dosen berprestasi yang pernah meraih penghargaan di tingkat internasional. Keahliannya dalam teknologi hasil hutan akan memberikan dimensi penting dalam menggali isu-isu terkait pajak karbon dan pengelolaan sumber daya alam.

8. Rukka Sombolinggi

Rukka Sombolinggi menjabat Sekjen Aman, adalah perempuan pertama yang mengemban tanggung jawab tersebut. Melalui pengalamannya, dia membawa perspektif unik sebagai masyarakat asli Toraja. Advokasinya terhadap hak-hak masyarakat adat akan memberikan nuansa khusus dalam debat ini.

9. Sudharto P. Hadi 

Selanjutnya ada Sudharto P. Hadi sebagai Pakar Manajemen Lingkungan dan pengajar di Undip, membawa pengalaman yang luas dalam mengajar dan penelitian di bidang lingkungan. Perannya dalam organisasi internasional dan sebagai Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang akan memberikan sudut pandang strategis dalam pertanyaan mengenai pengelolaan lingkungan.

10. Sulistyowati Irianto 

Ke-10 Sulistyowati Irianto sebagai Guru Besar Antropologi Hukum UI adalah antropolog feminis yang telah melakukan penelitian mendalam terkait isu keadilan bagi perempuan. Keahliannya dalam antropologi hukum memberikan kontribusi unik dalam menggali isu-isu agraria dan masyarakat adat.

11. Tubagus Furqon Sofhani 

Terakhir, Tubagus Furqon Sofhani sebagai Ahli Perencanaan Wilayah dan Pedesaan ITB, membawa latar belakang studi dan pengalaman yang kaya. Keterlibatannya dalam pemerintah kota Bandung dan penelitiannya tentang peningkatan kapasitas komunitas memberikan perspektif yang penting dalam perencanaan wilayah dan pembangunan berkelanjutan.

 

 

 

(Saepul/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru