BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Jakarta menggelar Wondr Jakarta Running Festival 2025 pada Sabtu, 25 Oktober dengan diikuti sekitar 27.300 peserta dari 48 negara.
Gelaran lari dengan beragam jarak tempuh ini merupakan upaya untuk mempromosikan ibu kota sebagai kota destinasi olahraga dan pariwisata yang unggul.
Dampak dari even ini, para pengguna setia moda transportasi Transjakarta harus mengikuti perubahan signifikan jadwal operasional bus pada Sabtu (25/10/2025).
Penyesuaian ini dilakukan dalam rangka mendukung kelancaran perhelatan akbar Jakarta Running Festival (JRF) 2025.
Sejumlah rute Transjakarta, terutama yang melintasi area utama perlombaan, baru akan beroperasi normal pada pukul 09.00 WIB.
Perubahan ini merupakan dampak dari penutupan sementara sejumlah ruas jalan strategis di Ibu Kota yang akan digunakan sebagai lintasan lari.
Dengan adanya penutupan jalan sejak dini hari hingga pagi hari, masyarakat yang biasanya mengandalkan Transjakarta untuk aktivitas pagi diimbau untuk mencari moda transportasi alternatif atau menyesuaikan waktu keberangkatan mereka.
Berdasarkan informasi dari otoritas terkait, Transjakarta akan mengalihkan rute atau menunda operasional beberapa koridor hingga penutupan jalan dicabut dan kondisi lalu lintas kembali aman untuk dilintasi.
BACA JUGA
Momen Siswa Bolos Sekolah Dipergok Satpol PP, Lari Kocar-kacir!
Disbudpar Kota Bandung: Pencak Silat Bukan Sekadar Olahraga, tapi Daya Tarik Wisata
Dampak perubahan jadwal ini diperkirakan akan terasa di rute-rute yang melewati pusat kota. Pihak PT Transportasi Jakarta menyarankan penumpang untuk selalu memantau informasi terkini mengenai rute mana saja yang terdampak dan kapan jam operasional normal akan dimulai.
Selain Transjakarta, moda transportasi publik lain seperti MRT Jakarta juga telah mengumumkan penyesuaian jadwal dan layanan khusus untuk memfasilitasi para peserta dan publik selama acara JRF 2025 berlangsung.
Penumpang dihimbau untuk merencanakan perjalanan mereka dengan matang agar aktivitas di hari Sabtu, 25 Oktober 2025, tidak terganggu.
(Siesiliana HD/Magang UNLA/Aak)











