BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Manchester United Selama beberapa tahun belakangan ini sangat jauh dikatakan sebagai klub Liga Inggris berpretasi meski meski dulu memiliki sejarah sebagai tim yang luar biasa. dari sisi pendapatan yang dahulu sangat mereka banggakan, kondisinya juga sangat sama.
Dilaporkan Channel News Asia, Rabu (17/9/2025), Manchester United baru melaporkan kerugian bersih tahunan untuk keenam kalinya berturut-turut. Saking meruginya, mereka bahkan memproyeksikan pendapatan lebih rendah untuk tahun fiskal ini.
“Kondisi ini menunjukkan tantangan finansial yang masih membebani klub Premier League tersebut,” tulis Channel News Asia.
Manchester United Alami Kerugian
Manchester United diketahui mencatat kerugian sebesar £ 33 juta (sekitar Rp 627 miliar) untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2025. Kondisi ini kerugian ini sebenarnya berhasil dicegah untuk menjadi lebih buruk.
Setidaknya kerugian tahun ini membaik dibandingkan kerugian £ 113,2 juta (sekitar Rp 2,15 triliun) pada tahun sebelumnya.
“Penurunan kerugian ini dipengaruhi langkah penghematan besar-besaran untuk memperbaiki keuangan setelah beberapa tahun kinerja yang kurang memuaskan di dalam dan luar lapangan,” jelas Channel News Asia.
Baca Juga:
Manchester City Libas Manchester United 3-0 di Premier League 2025/2026
Andre Onana Resmi Dipinjamkan Manchester United ke Klub Turki Trabzonspor
Pemilik minoritas Jim Ratcliffe, yang memiliki sekitar 29% saham dan mengawasi operasi sepak bola, memang telah meluncurkan berbagai langkah penghematan. Mereka sudah melakukan pengurangan staf, kenaikan harga tiket, dan penghapusan makan siang gratis bagi karyawan.
Absen di Kompetisi Eropa
Sayangnya, absennya MU di kompetisi Eropa musim ini diperkirakan akan mengurangi pendapatan siaran, menekan arus kas, dan memperberat tekanan finansial, yang memicu kritik dari para penggemar.
“Seiring kami mulai merasakan manfaat dari program pengurangan biaya, ada potensi besar untuk kinerja finansial yang lebih baik, yang pada gilirannya akan mendukung prioritas utama kami: sukses di lapangan,” ucap CEO Manchester United Omar Berrada.
Untuk tahun fiskal 2026, klub memprediksi pendapatan antara £ 640 juta hingga £ 660 juta (sekitar Rp 12,16 triliun–Rp 12,54 triliun), turun dibandingkan £ 666,5 juta (sekitar Rp 12,66 triliun) yang dilaporkan tahun sebelumnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Premier League memang memperketat aturan belanja klub melalui Profitability and Sustainability Rules (PSR) untuk menyeimbangkan kompetisi dan membatasi pengeluaran berlebihan oleh pemilik kaya. MU mencatat kerugian sekitar £ 175 juta (sekitar Rp 3,33 triliun) sejak fiskal 2023, namun klub menegaskan tetap mematuhi PSR dan aturan Financial Fair Play UEFA. (usamah kustiawan)











