7 Padepokan Silat di Jawa Barat Ini Punya Aliran Sendiri, Ada yang Tercipta Sejak Abad ke-17!

Silat Cimande abah khaer, budaya lokal Kabupaten Bogor
Silat Cimande, salah satu ragam budaya lokal di Kabuoaten Bogor, Jawa Barat (Dok Kemenparekraf)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kalau kamu pikir pencak silat itu cuma satu gaya jurus dan saling tendang, kamu salah besar. Simak ulasan tentang tujuh padepokan atau perguruan silat di Jawa Barat dengan alirannya masing-masing.

Di Jawa Barat, pencak silat berkembang jadi seni bela diri yang kaya aliran, penuh filosofi, dan masing-masing punya ciri khas tersendiri. Bahkan, beberapa padepokan silat Sunda punya gaya yang tak bisa disamakan dengan perguruan lain.

Mau tahu padepokan mana saja yang punya aliran sendiri? Ini dia tujuh di antaranya:

  1. Cimande – Tertua dan Paling Melegenda
    Didirikan pada abad ke-17 oleh Embah Khaer di Desa Tarikolot, Cianjur, aliran Cimande jadi legenda hidup dalam dunia persilatan. Jurus-jurusnya keras, tegas, dan berpadu dengan doa serta puasa sebagai bagian dari latihan. Cimande dikenal sebagai akar dari banyak aliran silat lain di Indonesia. Bahkan menurut penelitian Djunaid (2020), Cimande kini jadi daya tarik wisata bela diri bagi turis asing yang ingin belajar langsung dari pendekarnya.
  2. Panglipur – Silat Pejuang dari Bandung
    Berdiri sejak 1909 di Bandung, didirikan oleh Abah Aleh, perguruan ini punya aliran sendiri yang mengutamakan keluwesan, keindahan gerak, tapi tetap mematikan dalam pertempuran. Uniknya, Panglipur juga berperan besar dalam masa perjuangan kemerdekaan. Dahlan (2011) mencatat bagaimana Panglipur menggabungkan bela diri dengan semangat anti-kolonial.
  3. Cikalong – Silat Cerdas dari Cianjur
    Silat ini mengajarkan “menang tanpa menyakiti.” Didirikan oleh H. Ibrahim pada abad ke-18 di Cianjur, Cikalong lebih menekankan pada teknik menghindar, membaca gerakan lawan, dan menggunakan kelenturan. Gaya silat ini dianggap cocok untuk semua usia. Disertasi Muhamad Diki (2018) menyebut bahwa nilai-nilai Islam kental membentuk filosofi Cikalong.
  4. Tadjimalela – Silat Identitas Sunda Modern
    Bermarkas di Bandung, Padepokan Tadjimalela berdiri pada era Orde Baru dan membawa angin baru untuk pencak silat Sunda. Mereka mengembangkan aliran khas Tadjimalela yang menggabungkan silat tradisi dan latihan modern. Fokusnya bukan cuma jurus, tapi juga pembentukan karakter dan pelestarian budaya Sunda dalam konteks nasional.
  5. Layung Sari – Pelestari Silat di Sumedang
    Terletak di Sumedang, Padepokan Layung Sari dikenal sebagai tempat belajar silat tradisi sekaligus pusat pelatihan budaya Sunda. Aliran silatnya punya gerakan yang kuat, namun tetap mengedepankan keselarasan tubuh dan jiwa. Layung Sari juga aktif dalam mengajarkan silat ke anak-anak sekolah dan komunitas budaya, dengan dukungan dari pemerintah daerah.
  6. Galih Kencana – Penggerak Silat di Purwakarta
    Padepokan ini punya visi besar: menjadikan pencak silat sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah. Alirannya berakar dari silat tradisi Purwakarta yang menggabungkan unsur seni tari dan jurus bela diri. Mereka punya gaya sendiri yang khas, sekaligus semangat edukatif tinggi dalam pelestarian silat.
  7. Sinar Putra Pajajaran – Silat Spiritual dari Sukabumi
    Meskipun kurang dikenal di luar komunitasnya, Sinar Putra Pajajaran di Sukabumi memiliki aliran sendiri yang sangat kental dengan unsur spiritual. Latihan jurus selalu diiringi oleh doa dan ritual khas. Fokusnya bukan hanya pada pertahanan diri, tapi juga pada pengendalian emosi dan pembersihan batin. Perguruan ini menjaga warisan silat yang dipercaya turun dari zaman Kerajaan Sunda.

BACA JUGA

Pencak Ular, Seni Bela Diri Paling Menegangkan dari Samarang Garut

Misteri Pendekar Silat Cimande: Jejak Abah Khaer yang Tak Terungkap

Silat Bukan Cuma Urusan Jurus

Setiap padepokan punya warna, sejarah, dan karakter sendiri. Aliran satu keras, yang lain lentur. Ada yang kental dengan nuansa religius, ada pula yang fokus pada seni gerak. Namun semuanya punya satu tujuan, yakni menjaga tradisi leluhur agar tak punah dimakan zaman.

Sumber: Dahlan, M. H. (2011). Pencak Silat Panglipur Tinjauan Sejarah Budaya. Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 3(2), 260-277; Djunaid, I. S. (2020). Historical And Cultural Studies On Martial Arts Tourism Of Penca Silat Aliran Cimande At Tarikolot Village. Journal of Business And Entrepreneurship, 8(1), 52-71; Muhamad Diki, A. (2018). Nilai-Nilai Islam dalam Seni Bela Diri Pencak Silat Cikalong di Cianjur 1990-2000 (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru