BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Advan kembali meramaikan pasar laptop Indonesia di awal 2026 dengan menghadirkan PixWar Touchscreen, lini terbaru dari seri PixWar yang sebelumnya dikenal sebagai perangkat performa tinggi buatan lokal. Meski tetap membawa identitas “gaming”, perangkat ini lebih tepat diposisikan sebagai laptop hybrid produktivitas dengan kemampuan gaming ringan, bukan laptop gaming kelas berat.
Dari sisi desain, Advan PixWar Touchscreen mempertahankan bahasa visual generasi sebelumnya. Balutan warna hijau dengan aksen minimalis memberi kesan tidak terlalu agresif, berbeda dari mayoritas laptop gaming konvensional. Material penutup layar berbahan metal membuatnya terasa solid, dengan ketebalan sekitar 18,7 mm dan bobot di bawah 2 kilogram, relatif ringkas untuk kelas performa menengah.
Layar Sentuh Jadi Pembeda
Salah satu pembaruan utama yang dibawa PixWar Touchscreen terletak pada sektor layar. Laptop ini mengusung panel IPS 15,6 inci resolusi Full HD dengan rasio 16:9 dan permukaan matte anti-pantul. Tidak seperti generasi sebelumnya, layar kini sudah mendukung fitur sentuh, yang membuka kemungkinan penggunaan lebih luas di luar sekadar gaming, seperti navigasi kerja harian dan multimedia.
“Sekarang layarnya sudah touchscreen, jadi bukan cuma buat gaming, tapi juga lebih fleksibel buat kerja dan navigasi sehari-hari,” ujar AD Review dalam ulasannya di YouTube.
Namun, refresh rate masih berada di angka 60Hz, yang menandakan bahwa perangkat ini memang tidak diarahkan untuk pasar esports atau gaming kompetitif.
Performa Fokus ke Keseimbangan
Dapur pacu Advan PixWar Touchscreen ditenagai prosesor AMD Ryzen 7 6800H, dengan konfigurasi 8-core dan 16-thread berbasis fabrikasi 6 nanometer. Prosesor ini dipadukan dengan GPU terintegrasi Radeon 680M, tanpa dukungan kartu grafis diskrit.
RAM berkapasitas 16 GB LPDDR5 6400 MHz terpasang permanen (soldered) tanpa opsi upgrade, sementara penyimpanan menggunakan SSD 512 GB PCIe Gen 3 yang masih dapat ditingkatkan melalui slot tambahan.
“Untuk kelas harganya, performanya ini masih tergolong kencang dengan Ryzen 7 6800H, cukup buat kerja berat sampai gaming ringan,” ujar AD Review.
Berdasarkan pengujian tersebut, skor Cinebench R23 multicore berada di kisaran 12.000 poin, sementara 3DMark Fire Strike mencatat sekitar 6.800 poin, menempatkannya di segmen laptop performa menengah.
Baca Juga:
Spesifikasi dan Harga Advan X1, Sejutaan Andal untuk Gaming!
Gaming Masih di Wilayah Ringan
Dalam pengujian game, PixWar Touchscreen mampu menjalankan Valorant hingga sekitar 130 fps pada pengaturan medium Full HD. Sementara judul berat seperti Borderlands 4 dan Black Myth: Wukong berada di kisaran 55 fps dengan grafis rendah.
“Laptop ini masih sanggup buat main game, tapi memang lebih cocok buat gaming kasual, bukan untuk gamer kompetitif,” ujar AD Review.
Artinya, laptop ini tetap relevan untuk hiburan, tetapi tidak ditujukan sebagai mesin gaming kelas berat.
Suhu dan Pendinginan Masih Aman
Soal termal, suhu CPU tercatat menyentuh maksimal 80 derajat Celsius saat bermain game, dengan suhu permukaan keyboard di kisaran 42 derajat.
“Untuk suhu masih aman, enggak panas berlebihan, dan masih nyaman dipakai dalam sesi gaming,” ujar AD Review.
Sistem pendingin dual cooling dinilai cukup menjaga kestabilan performa tanpa lonjakan panas ekstrem.
Produktivitas Jadi Nilai Jual Utama
Selain gaming, PixWar Touchscreen juga diuji untuk pengeditan video 4K menggunakan Adobe Premiere. Video berdurasi 10 menit membutuhkan waktu render sekitar 30 menit.
“Kalau buat editing video profesional masih ngangkat, tapi memang harus sambil colok charger biar performanya maksimal,” kata AD Review.
Hal ini mempertegas bahwa laptop ini lebih menonjol di ranah produktivitas ketimbang gaming berat.
Port Lengkap dan Konektivitas Modern
Laptop ini dibekali port yang cukup lengkap, termasuk USB Type-C full function, HDMI 2.1, slot SD card, serta konektivitas WiFi 6 dan Bluetooth 5.3. Kehadiran slot SD menjadi nilai tambah bagi kreator konten.
Daya Tahan Baterai
Dengan baterai 58Wh, konsumsi daya dalam penggunaan ringan tercatat sekitar 10 persen per jam, memungkinkan pemakaian mendekati 10 jam untuk aktivitas ringan seperti browsing dan mengetik.
“Charging 30 menit bisa terisi sekitar 50 persen, dan penuh sekitar satu setengah jam,” kata AD Review soal pengisian daya.
Meski membawa label “gaming”, Advan PixWar Touchscreen lebih tepat dipandang sebagai laptop hybrid produktivitas dengan kapabilitas gaming ringan, bukan sebagai laptop gaming murni. Absennya GPU diskrit membatasi performa gaming berat, tetapi tetap menarik bagi pengguna yang menginginkan satu perangkat untuk kerja, hiburan, dan gaming kasual.
Di tengah tren kenaikan harga komponen, laptop ini dibanderol di kisaran Rp8 jutaan, menjadikannya salah satu opsi laptop layar sentuh performa menengah yang relatif terjangkau di pasar Indonesia.
Disclaimer:
Spesifikasi, harga, dan ketersediaan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan produsen dan distributor. Seluruh kutipan merujuk pada kanal YouTube AD Review, dan hasil uji dapat berbeda tergantung konfigurasi serta skenario penggunaan.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Fathir Fahrezi Fardiansyah)











