MANCHESTER, TEROPONGMEDIA.ID – Sebuah momen bersejarah yang sangat mengharukan terjadi di Stadion Old Trafford, markas kebanggaan Manchester United, pada Senin malam, 24 Februari 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah 116 tahun stadion legendaris yang dijuluki “Theatre of Dreams” ini, adzan Maghrib berkumandang memecah keheningan sebelum kick-off pertandingan Premier League.
Lantunan adzan yang merdu ini dikumandangkan oleh Ibrahim Idris, seorang qari (pembaca Al-Quran) muda asal Inggris, yang berdiri dengan khusyuk di Tribune Barat Old Trafford sambil memegang mikrofon. Suaranya yang merdu mengalun lembut namun penuh wibawa, memenuhi setiap sudut stadion berkapasitas 74.197 penonton tersebut, menciptakan atmosfer spiritual yang luar biasa menyentuh hati.
Momen yang sangat emosional ini terjadi tepat sebelum pertandingan penting antara Manchester United melawan rival sekota mereka dalam lanjutan pekan ke-27 Premier League 2025/2026. Ribuan penonton di stadion, baik Muslim maupun non-Muslim, menyaksikan momen bersejarah ini dengan penuh penghormatan dan khidmat.
Adzan yang berkumandang di Old Trafford ini merupakan bagian dari kebijakan inklusif yang diterapkan oleh Premier League dan English Football League (EFL) untuk menghormati pemain dan ofisial Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Bulan suci Ramadan 2026 dimulai pada 17 Februari dan berakhir 18 Maret 2026. Selama periode ini, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar (subuh) hingga terbenam matahari (maghrib). Bagi para pesepak bola profesional Muslim, momen berbuka puasa tepat waktu sangat penting untuk menjaga stamina dan performa mereka di lapangan.
Kebijakan yang pertama kali diterapkan pada 2021 ini memungkinkan pertandingan dihentikan sementara sekitar 1-2 menit saat waktu berbuka puasa tiba, agar pemain Muslim bisa mengonsumsi air atau makanan untuk membatalkan puasa mereka. Namun, yang membuat pertandingan 24 Februari 2026 ini istimewa adalah Manchester United melangkah lebih jauh dengan mengumandangkan adzan secara langsung di stadion.
INISIASI MANCHESTER UNITED MUSLIM SUPPORTERS CLUB
Momen bersejarah ini tidak terjadi begitu saja. Ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi yang luar biasa antara manajemen Manchester United dengan Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC) – sebuah organisasi yang mewadahi ribuan pendukung Muslim Setan Merah dari seluruh dunia.
MUMSC telah lama menjadi jembatan antara klub dengan komunitas Muslim, tidak hanya di Manchester tapi juga di berbagai belahan dunia. Organisasi ini aktif mengadvokasi pentingnya representasi dan inklusivitas di Old Trafford, sekaligus memastikan para fans Muslim merasa welcomed dan dihormati saat menyaksikan pertandingan.
PROFIL IBRAHIM IDRIS: QARI MUDA BERBAKAT
Ibrahim Idris adalah seorang qari muda kelahiran Manchester yang memiliki suara emas dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dan adzan. Meski usianya masih relatif muda (diperkirakan awal 20-an), Ibrahim sudah dikenal luas di komunitas Muslim Inggris sebagai salah satu qari berbakat dengan bacaan yang sangat merdu dan menyentuh hati.
Ibrahim aktif di berbagai masjid di wilayah Greater Manchester dan sering menjadi imam shalat Tarawih selama bulan Ramadan. Kepiawaiannya dalam membaca Al-Quran dengan tajwid yang sempurna dan suara yang indah membuatnya menjadi pilihan sempurna untuk mengumandangkan adzan bersejarah di Old Trafford.
“Ini adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya,” ujar Ibrahim setelah mengumandangkan adzan.
“Saya tidak pernah membayangkan suatu hari nanti saya akan mengumandangkan adzan di salah satu stadion sepak bola paling ikonik di dunia. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua dan semoga momen ini menjadi inspirasi untuk lebih banyak toleransi dan saling menghormati di dunia,” lanjutnya.
Ibrahim mengaku sangat gugup sebelum naik ke tribune, namun begitu mulai melantunkan adzan, ketenangan dan kekhusyukan langsung menyelimuti dirinya.
“Saya berdoa agar adzan ini tidak hanya terdengar oleh telinga, tapi juga menyentuh hati setiap orang yang mendengarnya, Muslim atau non-Muslim,” tambahnya
ACARA BUKA PUASA BERSAMA DI OLD TRAFFORD
Setelah adzan berkumandang dan pertandingan selesai, Manchester United bersama MUMSC menggelar acara buka puasa bersama (iftar) di area khusus Old Trafford, Menu buka puasa yang disajikan sangat beragam, mulai dari makanan khas Timur Tengah, Asia Selatan (Pakistan, Bangladesh, India), hingga makanan lokal Inggris yang halal. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, mencerminkan semangat Ramadan yang sesungguhnya.
Ini bukan pertama kalinya Old Trafford menggelar acara buka puasa. Pada tahun 2025, Manchester United juga pernah mengadakan iftar bersama, namun tanpa adzan yang dikumandangkan di stadion. Kehadiran adzan pada 2026 ini menandai evolusi signifikan dalam komitmen klub terhadap inklusivitas.
(Magang UIN SGD/Muhammad Ikhwan N)










