Airlangga Klaim Tarif Impor AS 32 Persen untuk Indonesia Ditunda!

Airlangga Klaim Tarif Impor AS 32 Persen untuk Indonesia Ditunda!
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers terkait diseminasi hasil perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) di Jakarta, Jumat (13/6/2025). Pemerintah menargetkan penandatanganan IEU CEPA berlangsung antara kuartal II hingga kuartal III 2026, dilanjutkan dengan proses ratifikasi dan penyusunan undang-undang oleh DPR RI pada kuartal II hingga kuartal IV 2026. (Antara)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan tarif impor dari Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia sebesar 32 persen ditunda selama proses negosiasi. Selain itu Airlangga juga menepis kabar kemungkinan penambahan tarif impor sebesar 10 persen lantaran Indonesia bergabung dengan BRICS.

“Jadi pertama, tambahan (10 persen karena Indonesia bergabung BRICS) itu tidak ada. Yang kedua, waktunya adalah kita sebut pause. Jadi penundaan penerapan untuk menyelesaikan perundingan yang sudah ada,” kata Airlangga di Brussel, Belgia, sebagaimana dilansir dari Akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (13/7/2025).

Selain itu, dia juga menyampaikan kesepakatan hasil pertemuan dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Jamieson Greer pada Rabu (9/7/2025). Katanya, pertemuan itu menyepakati bahwa usulan yang dibawa Indonesia bakal memasuki proses lanjutan.

“Menyepakati bahwa apa yang diusulkan oleh Indonesia berproses lanjutan. Jadi tiga minggu ini diharapkan finalisasi,” ungkapnya.

Baca Juga :

Donald Trump Surati Prabowo, Tetapkan Kenaikan Tarif Baru Hingga 32%

KTT BRICS Hasilkan 4 Kesepakatan Strategis, Ini Daftarnya

Tim negosiator Indonesia masih berada di Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan pembicaraan dengan Gedung Putih menjelang berakhirnya tenggat penundaan tarif resiprokal pada Rabu, 9 Juli 2025.

Dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, tim yang terdiri dari para menteri Kabinet Merah Putih ini berangkat ke Washington D.C. pada Senin, 7 Juli 2025, dan dijadwalkan mengikuti pertemuan pada Selasa, 8 Juli 2025.

“Menko Airlangga dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan Pemerintah AS untuk mendiskusikan segera keputusan tarif Presiden AS Donald Trump untuk Indonesia yang baru saja keluar,” kata Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Haryo Limanseto, dalam keterangannya kepada Tirto, Selasa (8/7/2025).

Meski tarif 32 persen untuk barang dari Indonesia telah ditetapkan, pemerintah masih optimistis dapat menegosiasikan penurunan tarif resiprokal tersebut. Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump dalam surat yang diunggah di TruthSocial. (_usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru