JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan berbagai program pemerintah, seperti pemberian diskon, kebijakan kerja fleksibel (work from anywhere/WFA), serta bantuan sosial, dapat mendorong aktivitas ekonomi nasional.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menggelar kegiatan open house merayakan Hari Idul Fitri 2026 di kediamannya di kawasan Widya Chandra, Jakarta.
“Kita berpuasa 30 hari dan tentunya makna kemenangan ini juga berkaitan dengan ekonomi. Pemerintah membuat banyak program, termasuk diskon, kemudian mendorong mobilitas melalui work from anywhere, dan juga berbagai program termasuk bantuan pangan, bantuan sosial,” ujar Airlangga, dikutip dari Antara, Minggu (22/1/2026).
Ia berharap berbagai program tersebut dapat meningkatkan mobilitas dan konsumsi masyarakat, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
“Dan kita berharap bahwa dengan momentum kemenangan ini kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 5,5 persen,” ucapnya.
Baca Juga:
Ekonomi Tumbuh 5,85%, OJK Jabar dan TPAKD Terus Dorong Akses Keuangan Masyarakat
Celios Ungkap Dampak Ekonomi Perang AS vs Iran yang Bisa Tekan BBM, Rupiah, hingga Daya Beli WNI
Sebelumnya, pemerintah menggulirkan sejumlah insentif untuk mendorong mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, salah satunya melalui pemberian potongan harga pada sektor transportasi dan tarif jalan tol.
Program tersebut mencakup keringanan biaya perjalanan pada berbagai moda, seperti pesawat udara, kereta api, angkutan laut, hingga transportasi darat, guna mempermudah masyarakat melakukan perjalanan mudik.
Pemerintah memberikan diskon tiket kereta api dan angkutan laut masing-masing hingga sekitar 30 persen, pembebasan tarif jasa penyeberangan, serta potongan harga tiket pesawat pada kisaran 17–18 persen.
Total kebutuhan anggaran untuk program insentif transportasi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp900 miliar yang bersumber dari APBN maupun dukungan non-APBN.
Selain insentif perjalanan, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan kepada puluhan juta keluarga penerima manfaat sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat selama periode tersebut. Bantuan tersebut berupa paket kebutuhan pokok, antara lain beras dan minyak goreng, yang disalurkan untuk periode dua bulan kepada lebih dari 35 juta keluarga.











