JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Sepeda motor dinilai lebih siap untuk mengadopsi BBM campuran etanol 10 persen ketimbang dengan mobil. Hal itu, dipengaruhi pada teknologi pada teknoli kendaraan roda dua yang dinilai lebih maju dibanding kendaraan roda empat di Indonesia.
Hal itu, sebagaimana dari pemaparan Teknik Mesin dari Pertamina University, Profesor Iman Reksowardojo. Ia menjelaskan, sebagian besar motor modern di Tanah Air sudah mampu menggunakan BBM dengan campuran etanol tersebut. Menurutnya, motor generasi baru telah dilengkapi teknologi 3-way catalyst yang berfungsi menekan kadar emisi gas buang agar lebih ramah lingkungan.
“Motor biasanya keluaran baru, jadi lebih nggak masalah lagi. Yang pasti 2000 ke atas aman lah. Motor lebih maju teknologinya dibandingkan mobil di Indonesia, mereka sudah pakai 3-way catalyst, katalis yang bisa menurunkan emisi gas buang,” ujar Prof Iman di Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip Jumat (23/10/2025).
Melihat kondisi tersebut, Prof Iman menyimpulkan bahwa motor jauh lebih siap menggunakan BBM E10 dibanding mobil. Bahkan, menurutnya, motor dengan usia yang lebih tua pun tetap bisa menggunakan bahan bakar etanol, asalkan dilakukan penyesuaian pada sistem pengapian.
BACA JUGA:
Penerapan BBM Etanol 10 Persen di Indonesia 2026, Dinilai Terlalu Dini
Daftar Mobil Bisa Tenggak BBM Etanol di Indonesia, Mana yang Anda Punya?
“Mobil belum semua. Jadi sebenarnya motor lebih gak masalah. Harusnya ya. Sebenarnya kalau ada masalah pun tinggal diganti gasketnya. Atau diatur pengapiannya. Ini masalahnya bukan teknis tapi masalah non teknis tadi,” terangnya.
Dengan begitu, penerapan BBM campuran etanol di Indonesia dinilai dapat dimulai dari sektor kendaraan roda dua, mengingat kesiapan teknologinya yang lebih matang dan adaptif terhadap perubahan komposisi bahan bakar.
(Saepul)











