JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Penggunaan BBM campuran etanol sudah terbilang umum populer di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Namun, justru perusahaan bahan bakar swasta, Vivo dan BP membatalkan pembelian suplai BBM dari Pertamina karena ditemukan unsur etanol sekitar 3 persen. Lantas, apa saja pengaruh etanol sebagai senyawa pada bensin kendaraan?
Kegunaan Etanol untuk BBM
Etanol berunsur pada alkohol yang dihasilkan melalui proses fermentasi dan penyulingan bahan organik seperti tebu, molase, singkong, jagung, dan biji-bijian bertepung. Sebagai bahan bakar, etanol dikenal karena sifatnya yang ramah lingkungan dan kemampuannya dalam meningkatkan angka oktan pada bensin.
Memuat Car From Japan, etanol telah digunakan di banyak negara industri baik sebagai bahan bakar utama maupun sebagai campuran dalam bensin. Tujuannya, Untuk meningkatkan performa mesin dan mengurangi emisi karbon yang berbahaya bagi lingkungan, serta antara lain:
1. Meningkatkan Angka Oktan Bahan Bakar
Salah satu manfaat utama campuran etanol dalam BBM adalah meningkatkan angka oktan sebesar 3–5 poin. Semakin tinggi angka oktan, semakin baik proses pembakaran dalam mesin. Ini berdampak langsung pada performa kendaraan yang lebih optimal dan efisien.
Etanol sendiri memiliki angka oktan yang sangat tinggi, yaitu 108–109, jauh di atas angka oktan bensin biasa. Inilah mengapa pencampuran etanol ke dalam BBM sangat efektif untuk meningkatkan kualitas bahan bakar.
BACA JUGA:
Etanol Jadi Alasan Vivo dan BP Batalkan Pembelian BBM Pertamina
Keunggulan Suzuki Access 125, Isi BBM Full-Tank Bisa Tempuh Bandung ke Yogyakarta?
2. Pembakaran Lebih Sempurna dan Efisien
Etanol mengandung oksigen alami yang mendukung proses pembakaran menjadi lebih sempurna. Dengan pembakaran yang lebih baik, konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien dan penggunaan BBM bisa lebih hemat. Selain itu, emisi gas buang, terutama karbon monoksida, bisa ditekan secara signifikan.
3. Mengurangi Emisi Karbon dan Lebih Ramah Lingkungan
Penggunaan BBM campuran etanol mampu menurunkan emisi karbon dari kendaraan bermotor. Hal ini tentu sangat penting dalam upaya menjaga kualitas udara dan mengurangi dampak negatif perubahan iklim. Oleh karena itu, etanol disebut sebagai salah satu solusi bahan bakar alternatif yang berkelanjutan.
4. Dapat Digunakan Tanpa Modifikasi Mesin untuk Rasio Rendah
Campuran etanol dengan kadar rendah, seperti E2 hingga E10 (2% hingga 10% etanol dalam bensin), masih aman digunakan pada kendaraan bermesin bensin standar tanpa perlu modifikasi tambahan. Para ahli otomotif menyatakan bahwa percampuran etanol dengan rasio 5% atau E5 tidak menimbulkan risiko pada mesin.
Bahkan beberapa buku panduan kendaraan dari sejumlah pabrikan otomotif, seperti Toyota , Mitsubishi, dan Hyundai secara eksplisit mengizinkan penggunaan BBM dengan campuran etanol hingga 10%.
Potensi Risiko Penggunaan Etanol dalam BBM
Meskipun memiliki berbagai kelebihan, penggunaan etanol dalam kadar tinggi juga memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
1. Risiko Korosi pada Komponen Mesin
Etanol bersifat korosif, terutama jika kadarnya tinggi. Kandungan alkohol dalam etanol dapat merusak komponen berbahan logam, karet, plastik, dan polimer, serta menyebabkan gangguan pada sistem bahan bakar, khususnya sistem injeksi.
2. Performa Mesin Bisa Terganggu Jika Kadar Etanol Terlalu Tinggi
Penggunaan etanol dengan kadar di atas 15% (seperti E85) bisa menyebabkan mesin tidak berfungsi dengan optimal jika tidak ada penyesuaian. Kendaraan yang tidak didesain untuk menerima kadar etanol tinggi bisa mengalami penurunan performa hingga kerusakan komponen internal.
3. Masalah Jika Etanol Tidak Murni
Etanol dengan kemurnian di bawah 99,5% dapat menimbulkan masalah pembakaran dan berpotensi merusak mesin dalam jangka panjang.
Penggunaan BBM campuran etanol memberikan berbagai keuntungan, mulai dari peningkatan angka oktan, efisiensi pembakaran, penghematan BBM, hingga pengurangan emisi karbon. Untuk kendaraan yang beredar di Indonesia, campuran etanol hingga 10% (E10) masih aman digunakan, seperti tertulis di buku panduan beberapa merek mobil.
Namun demikian, penting untuk memperhatikan konsentrasi etanol yang digunakan. Jangan menggunakan etanol dalam kadar tinggi tanpa memastikan bahwa kendaraan Anda kompatibel, agar tidak menimbulkan kerusakan pada sistem mesin.
(Saepul)











