Bikin Vivo-BP Urung Beli BBM Pertamina, Memang Apa Dampak Etanol untuk Kendaraan?

bbm etanol
(Pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Penggunaan BBM campuran etanol sudah terbilang umum populer di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Namun, justru perusahaan bahan bakar swasta, Vivo dan BP membatalkan pembelian suplai BBM dari Pertamina karena ditemukan unsur etanol sekitar 3 persen. Lantas, apa saja pengaruh etanol sebagai senyawa pada bensin kendaraan?

Kegunaan Etanol untuk BBM

Etanol berunsur pada alkohol yang dihasilkan melalui proses fermentasi dan penyulingan bahan organik seperti tebu, molase, singkong, jagung, dan biji-bijian bertepung. Sebagai bahan bakar, etanol dikenal karena sifatnya yang ramah lingkungan dan kemampuannya dalam meningkatkan angka oktan pada bensin.

Memuat Car From Japan, etanol telah digunakan di banyak negara industri baik sebagai bahan bakar utama maupun sebagai campuran dalam bensin. Tujuannya, Untuk meningkatkan performa mesin dan mengurangi emisi karbon yang berbahaya bagi lingkungan, serta antara lain:

1. Meningkatkan Angka Oktan Bahan Bakar

Salah satu manfaat utama campuran etanol dalam BBM adalah meningkatkan angka oktan sebesar 3–5 poin. Semakin tinggi angka oktan, semakin baik proses pembakaran dalam mesin. Ini berdampak langsung pada performa kendaraan yang lebih optimal dan efisien.

Etanol sendiri memiliki angka oktan yang sangat tinggi, yaitu 108–109, jauh di atas angka oktan bensin biasa. Inilah mengapa pencampuran etanol ke dalam BBM sangat efektif untuk meningkatkan kualitas bahan bakar.

BACA JUGA:

Etanol Jadi Alasan Vivo dan BP Batalkan Pembelian BBM Pertamina

Keunggulan Suzuki Access 125, Isi BBM Full-Tank Bisa Tempuh Bandung ke Yogyakarta?

2. Pembakaran Lebih Sempurna dan Efisien

Etanol mengandung oksigen alami yang mendukung proses pembakaran menjadi lebih sempurna. Dengan pembakaran yang lebih baik, konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien dan penggunaan BBM bisa lebih hemat. Selain itu, emisi gas buang, terutama karbon monoksida, bisa ditekan secara signifikan.

3. Mengurangi Emisi Karbon dan Lebih Ramah Lingkungan

Penggunaan BBM campuran etanol mampu menurunkan emisi karbon dari kendaraan bermotor. Hal ini tentu sangat penting dalam upaya menjaga kualitas udara dan mengurangi dampak negatif perubahan iklim. Oleh karena itu, etanol disebut sebagai salah satu solusi bahan bakar alternatif yang berkelanjutan.

4. Dapat Digunakan Tanpa Modifikasi Mesin untuk Rasio Rendah

Campuran etanol dengan kadar rendah, seperti E2 hingga E10 (2% hingga 10% etanol dalam bensin), masih aman digunakan pada kendaraan bermesin bensin standar tanpa perlu modifikasi tambahan. Para ahli otomotif menyatakan bahwa percampuran etanol dengan rasio 5% atau E5 tidak menimbulkan risiko pada mesin.

Bahkan beberapa buku panduan kendaraan dari sejumlah pabrikan otomotif, seperti Toyota , Mitsubishi, dan Hyundai secara eksplisit mengizinkan penggunaan BBM dengan campuran etanol hingga 10%.

Potensi Risiko Penggunaan Etanol dalam BBM

Meskipun memiliki berbagai kelebihan, penggunaan etanol dalam kadar tinggi juga memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

1. Risiko Korosi pada Komponen Mesin

Etanol bersifat korosif, terutama jika kadarnya tinggi. Kandungan alkohol dalam etanol dapat merusak komponen berbahan logam, karet, plastik, dan polimer, serta menyebabkan gangguan pada sistem bahan bakar, khususnya sistem injeksi.

2. Performa Mesin Bisa Terganggu Jika Kadar Etanol Terlalu Tinggi

Penggunaan etanol dengan kadar di atas 15% (seperti E85) bisa menyebabkan mesin tidak berfungsi dengan optimal jika tidak ada penyesuaian. Kendaraan yang tidak didesain untuk menerima kadar etanol tinggi bisa mengalami penurunan performa hingga kerusakan komponen internal.

3. Masalah Jika Etanol Tidak Murni

Etanol dengan kemurnian di bawah 99,5% dapat menimbulkan masalah pembakaran dan berpotensi merusak mesin dalam jangka panjang.

Penggunaan BBM campuran etanol memberikan berbagai keuntungan, mulai dari peningkatan angka oktan, efisiensi pembakaran, penghematan BBM, hingga pengurangan emisi karbon. Untuk kendaraan yang beredar di Indonesia, campuran etanol hingga 10% (E10) masih aman digunakan, seperti tertulis di buku panduan beberapa merek mobil.

Namun demikian, penting untuk memperhatikan konsentrasi etanol yang digunakan. Jangan menggunakan etanol dalam kadar tinggi tanpa memastikan bahwa kendaraan Anda kompatibel, agar tidak menimbulkan kerusakan pada sistem mesin.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru