JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Bunda PAUD Kabupaten Bandung Emma Dety Permanawati mendapat amanah sebagai perwakilan Indonesia untuk menerima Dokumen ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) di kawasan Asia Tenggara.
“Langkah ini mempertegas posisi kita dalam transformasi Pendidikan Anak Usia Dini di Asia Tenggara,” ujar Bupati yang akrab disapa Kang DS ini.
Menurutnya, dokumen ini menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas sejak dini.
Selain itu, dokumen tersebut merupakan pedoman penting bagi kerja sama negara-negara di Asia Tenggara dalam mewujudkan akses pendidikan anak usia dini yang adil, merata, dan berkualitas.
Dia menjelaskan di Kabupaten Bandung, pihaknya tidak akan berhenti berinovasi dengan fokus memperkuat layanan PAUD, mensejahterakan guru, dan membangun ekosistem ramah anak.
Baca Juga:
Kang DS Dorong Budaya Kelola Sampah dan Tegaskan SPMB Transparan
Kang DS: Seluruh Kader Harus Sukseskan Muscab PKB Kabupaten Bandung
Kepercayaan ini sekaligus menjadi bukti komitmen dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung penguatan PAUD, sebagai fondasi utama dalam membangun generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing
“Investasi terbaik adalah pada pendidikan anak-anak kita. Kabupaten Bandung siap mendukung sebagai bagian dari upaya mencetak generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Kang DS.
Peluncuran roadmap tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen negara-negara Asia Tenggara terhadap pengembangan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini (PAUD) yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Dalam agenda itu, dipaparkan program nasional Indonesia yang mendukung tujuh area kunci pengembangan PAUD. Ketujuh area tersebut meliputi perluasan akses layanan, peningkatan kualitas pembelajaran dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), peningkatan kompetensi guru, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan peran orang tua, pemanfaatan teknologi, serta dukungan pembiayaan yang berkelanjutan.











