JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Sorotan publik mengarah tajam ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia setelah kasus yang menyeret 16 mahasiswa mencuat. Bukan lagi menjadi urusan internal kampus, melainkan menjadi hal yang serius bagi integritas salah satu institusi hukum paling bergengsi di Indonesia.
Ditengah ramainya perbincangan di publik, Andovi Da Lopez alumni angkatan 2012 ikut bersuara. Dengan gayanya yang tanpa basa-basi, ia menyampaikan pandangan yang tajam sekaligus penuh harap. Ia menilai persoalaan ini bukan sekedar benar atau salah, tetapi bagaimana kampus hukum terbaik di Indonesia menyikapi krisis yang menguji nilai keadilan itu sendiri.
Ia juga mengapresiasi respon cepat mahasiswa FH UI yang langsung menggelar forum terbuka di auditorium. Forum ini menjadi wadah pertanggungjawaban sekaligus menunjukan kepedulian terhadap rasa aman dan keadilan di lingkungan kampus. Bahkan, moderator dari forum itu pun turut menuai pujian karena mampu mengarahkan jalannya diskusi dengan tajam, terutama dalam menyoroti isu keamanan.
Namun di balik apresiasi itu, Andovi menegaskan satu hal penting bahwa ini adalah litmust test. Jika Fakultas Hukum Universitas Indonesia tidak mampu menangani kasus ini secara detail dan transparan, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi kampus, tetapi juga gambaran sistem humum di Indonesia.
“Kalau Fakultas Hukum terbaik di Indonesia tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, ini menjadi suatu representasi dan gambaran terhadap negara ini, All of our eyes are on you” ujarnya dalam unggahan Instagram pribadi, dikutip pada Rabu (15/4/2026).
Baca Juga:
UI Janji Transparan Tangani Kasus 16 Mahasiswa FH Terkait Pelecehan
Grup Chat Viral Ungkap Kasus Pelecehan Fakultas Hukum UI, 16 Terduga Dihadapkan ke Massa
Pernyataan itu menjadi tekanan moral bahwa publik kini benar-benar mengawasi langkah FH UI dalam mengambil keputusan.
Isu lain yang tak kalah sensitif pun ikut mencuat bahwa adanya dugaan mahasiswa yang berasal dari keluarga yang berpengaruh. Jika terbukti, maka tekanan dari luar menjadi sesuatu yang sulit dihindari. Di sinilah keberanian dan integritas Universitas Indonesia diuji.
Di kolom komentar akun Instagram Andovi, publik juga mempertanyakan keberanian UI dalam menangani kasis ini. Akankah tetap teguh pada prinsip keadilan atau justru tunduk pada tekanan kekuasaan?
“ Coba kita liat ya seberani apa atau sehipokrit apa sekolah hukum itu menjatuhkan sanksi ke mahasiswanya sendiri,” tulis @P*b.
“kekuatan uang dan kekuasaan akan bermain disana. keadilan? kita liat,” tulis @O****.
“Ayok kita liat, gimana si kampus idaman yang anak2nya paling pintar mengkritisi pemerintah itu “mendidik” anak-anaknya sendiri. Apakah KUASA orang tua / kerabatnya baik di kampus atau di pemerintahan bisa membungkam kampus itu sendiri ?,”tulis @N***.
Karena pada akhirnya, ini bukan hanya sekedar 16 mahasiswa. Ini tentang apakah hukum benar-benar ditegakkan atau hanya tajam kebawah dan tumpul ke atas.
(Magang Unpas/T.Naila Ananda)










