JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Penghargaan sipil dan militer tertinggi di Prancis, Légion d’Honneur atau Legion of Honour mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Pasalnya, tersiar rumor bahwa mantan bintang film dewasa Mia Khalifa dianugerahi penghargaan yang hanya dapat diberikan oleh Presiden Prancis itu.
Apa itu Légion d’Honneur?
Légion d’Honneur merupakan penghargaan sipil dan militer tertinggi di Prancis yang diberikan oleh Presiden Republik Prancis atas jasa besar seseorang kepada negara tersebut baik di bidang pertahanan, kebudayaan, sains, olahraga, maupun diplomasi.
Penghargaan ini pertama kali didirikan oleh Napoleon Bonaparte pada 1802. Sejak saat itu pengahrgaan ini menjadi simbol kehormatan negara yang sangat prestisius.
Légion d’Honneur memiliki lima tingkatan, mulai dari Chevalier (Kesatria), Officier, Commandeur, Grand Officier, hingga Grand-Croix (Salib Besar).
Penghargaan ini tidak bisa diberikan sembarangan dan harus melalui proses seleksi ketat serta pengesahan melalui Keputusan Presiden.
“Tidak semua tokoh publik atau selebritas bisa menerima penghargaan ini. Ada proses administrasi yang ketat dan evaluasi atas kontribusi konkret terhadap Prancis,” ujar Pierre Fournier, peneliti sejarah politik Prancis, dikutip dari Le Monde, Senin (28/7/2025).
Beberapa tokoh dunia yang tercatat secara resmi menerima Légion d’Honneur antara lain Elton John, Monica Bellucci, Joko Widodo, dan yang terbaru adalah Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang menerima Grand Croix pada Mei 2025 atas kontribusi diplomatik di kawasan Indo-Pasifik.
Sementara di bidang kebudayaan, seniman dan ilmuwan yang telah mengharumkan nama Prancis atau berperan dalam kerja sama lintas negara juga sering dianugerahi penghargaan ini.
Namun, tim investigasi Teropong Media tidak menemukan bukti sahih bahwa Mia Khalifa menerima Légion d’honneur. Ia pun tak pernah disebut dalam daftar penerima resmi penghargaan ini.
Sebelumnya, sebuah foto yang menampilkan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyematkan medali kehormatan tertinggi Légion d’Honneur kepada mantan bintang film dewasa, Mia Khalifa.
Bahkkan, klaim tersebut ramai dibicarakan dan bahkan dijadikan bahan diskusi di berbagai platform digital.
Gambar yang digunakan untuk mendukung klaim tersebut diketahui merupakan hasil rekayasa berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI). Situs Le Quotidien Global yang dikenal sebagai portal satir di Prancis, menjadi salah satu sumber utama penyebaran gambar tersebut.
Dalam artikelnya, Le Quotidien Global secara jelas mencantumkan bahwa konten bersifat parodi dan tidak mencerminkan kejadian nyata.
Baca Juga:
Anggota TNI Ditusuk 13 Kali di Tempat Hiburan Malam Gandaria
Data Pribadi Warga RI Dikelola AS, Kesepakatan Tarif Trump-Prabowo Apakah Setimpal?
Fenomena penyebaran hoaks terkait penghargaan negara bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sejumlah nama selebritas juga pernah disebut-sebut sebagai penerima Légion d’Honneur tanpa bukti. Publik yang tidak familiar dengan prosedur resmi penghargaan ini kerap terkecoh oleh unggahan viral yang tidak diverifikasi.
“Sering kali, berita seperti ini bersifat sensasional dan cepat menyebar tanpa pemeriksaan fakta. Ini bisa menjadi bentuk misinformasi yang mencoreng nilai penghargaan itu sendiri,” kata Rina Ardiani, pengamat komunikasi digital dari Universitas Indonesia.
Kementerian Luar Negeri Indonesia bahkan pernah mengingatkan agar masyarakat berhati-hati menyebarkan klaim penghargaan internasional tanpa verifikasi resmi.
Légion d’Honneur merupakan simbol kehormatan tertinggi Prancis yang diberikan berdasarkan kontribusi nyata terhadap negara, bukan sekadar popularitas. Sampai saat ini, tidak ada bukti resmi bahwa Mia Khalifa menerima penghargaan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dan berhati-hati dalam menyerap informasi dari media sosial, terutama yang berkaitan dengan penghargaan negara atau urusan diplomatik.
(Dist)











