Apa Itu Tanatopraksi? Ada Dalam Proses Pemakaman Paus

paus fransiskus meninggal
(AFP)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Ratusan ribu orang berdatangan ke Vatikan untuk memberi penghormatan terakhir pada Paus Fransiskus. Paus disemayamkan sampai Jumat (25/5/2025) dan dimakamkan pada Sabtu, untuk kemudian dikebumikan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Italia.

Bagi banyak umat Katolik yang taat, melihat Paus setelah wafat bukan sekadar ritual, melainkan sebuah tindakan yang sarat makna spiritual dan ungkapan rasa hormat.

Agar umat dapat melihatnya secara langsung, mendiang Paus Fransiskus telah menjalani teknik pengawetan bernama tanatopraksi, yang memungkinan jenazahnya yang terbaring di peti tidak rusak selama masa penghormatan terakhir.

Apa Itu Tanatopraksi?

Tanatopraksi bukanlah proses mumikasi, melainkan teknik pengawetan jenazah yang umumnya digunakan untuk keperluan ditampilkannya jenazah secara publik.

Praktik yang dianggap sebagai evolusi modern dari pembalseman, diatur secara hukum di Italia melalui undang-undang yang disahkan pada tahun 2022. Kelebihan dari metode tanatopraksi adalah penggunaan zat-zat yang tidak invasif dan lebih menghormati integritas tubuh manusia.

Teknik ini merupakan perawatan higienis yang memperlambat proses pembusukan, sehingga penampilan alami jenazah dapat dipertahankan selama beberapa hari.

Prosedurnya melibatkan penyuntikan cairan pengawet ke dalam sistem arteri, disinfeksi menyeluruh terhadap tubuh, penggunaan riasan korektif, serta pengaturan posisi tangan dan wajah untuk menciptakan kesan yang tenang dan damai.

Baca Juga:

Ternyata Paus Fransiskus Hanya Hidup dengan Satu Patu-Paru, Kok Bisa?

Apa Itu Pneumonia? Dialami Paus Fransiskus Sebelum Meninggal

Penggunaan tanatopraxis memiliki sejarah panjang di Gereja Katolik. Selama berabad-abad, jenazah paus diawetkan karena alasan spiritual dan tuntutan praktis penghormatan publik, serta durasi upacara pemakaman.

Di masa lalu, paus menjalani pembalsaman. Ini teknik yang lebih invasif yang melibatkan pengangkatan organ dalam dan penyuntikan zat, seperti formalin dan alkohol.

Namun, seiring berjalannya waktu, perhatian yang lebih besar diberikan kepada martabat tubuh manusia. Ini mendorong gereja menggunakan metode yang lebih bijaksana dan penuh rasa hormat.

(Kaje)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru