BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Asia Africa Festival (AAF) 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu event nasional paling berpengaruh di Indonesia. Tak hanya menampilkan kemeriahan parade budaya lintas negara, festival ini juga menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang nyata bagi masyarakat.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Rizky Handayani Mustafa, menyebut AAF sebagai model ideal penyelenggaraan event pariwisata yang holistik menggabungkan unsur hiburan, edukasi, kolaborasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Sebuah event yang berhasil harus memiliki empat unsur utama seperti entertainment, education, engagement, dan empowerment. AAF mampu menghadirkan semuanya dalam satu kemasan,” kata Rizky
Festival tahunan yang digelar di kawasan Jalan Asia Afrika ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga wadah pertemuan antara pelaku ekonomi kreatif, masyarakat lokal dan wisatawan dari berbagai negara.
Baca Juga:
Hasil Drawing SEA Games 2025: Timnas U-22 Indonesia Masuk Grup Ringan Bareng Myanmar dan Filipina
Bandung Semakin Mendunia, Erwin: Asia Afrika 2025 Bukti Kolaborasi dan Kebanggaan Bersama
Keberhasilannya menjadi magnet wisata juga didukung oleh kekuatan sejarah dan identitas Bandung sebagai kota kreatif dunia.
Selain itu, Rizky menekankan AAF 2025 juga menjadi pelopor event ramah lingkungan (sustainable event). Salah satu langkah konkret adalah penyediaan water station di berbagai titik strategis guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Langkah kecil seperti penyediaan water station bisa mengubah perilaku masyarakat. Ini adalah contoh nyata penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan,” ucapnya.
Selain ramah lingkungan, Kemenparekraf juga mendorong penyelenggara event agar berbasis Hak Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP). Dengan begitu, setiap kegiatan budaya dan pariwisata dapat memiliki nilai ekonomi jangka panjang yang bisa dikembangkan secara profesional.
“Kami ingin Indonesia naik kelas sebagai destinasi event internasional yang punya nilai ekonomi berkelanjutan,” tegasnya.
Menurutnya Kota Bandung memiliki semua modal penting untuk mewujudkan hal itu mulai dari infrastruktur, komunitas kreatif, hingga daya tarik wisata yang kuat. Oleh Karena itu, keberhasilan AAF 2025 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
“Event seperti AAF bukan hanya menghibur, tapi juga memperkuat ekonomi lokal. Setiap wisatawan yang datang pasti ikut mendorong perputaran ekonomi di sektor kuliner, fesyen, dan cinderamata,” ujarnya.
Rizky juga berharap, Asia Africa Festival dapat terus berlanjut dan dikembangkan dengan dukungan lintas sektor, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat.
“Keberhasilan sebuah event tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari dampak ekonomi dan sosial yang ditinggalkannya. Semoga AAF terus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya,” pungkasnya.
(Kyy/_Usk)











