YOGYAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jawa Barat sukses menyelenggarakan kegiatan Edu Trip Yogyakarta yang diikuti 39 peserta terdiri dari Pengurus ASPIKOM Korwil Jabar, dekan, ketua program studi, serta dosen ilmu komunikasi dari 19 perguruan tinggi dan 22 program studi di Jawa Barat.
Kegiatan ini mengusung agenda utama Benchmarking dan Focus Group Discussion (FGD) terkait Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), serta standardisasi laboratorium prodi ilmu Komunikasi.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 April 2026, dengan rangkaian kunjungan akademik ke tiga kampus terkemuka di Yogyakarta, yaitu Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas AMIKOM Yogyakarta.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan perjalanan dari Bandung menuju Yogyakarta, dilanjutkan dengan kunjungan pertama ke Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk diskusi akademik dan pertukaran praktik terbaik dalam pengelolaan program studi komunikasi serta implementasi Penjaminan Mutu.
Pada hari kedua, peserta melanjutkan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta serta Universitas AMIKOM Yogyakarta guna memperdalam wawasan terkait inovasi kurikulum, penguatan mutu pendidikan, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran komunikasi dan benchmarking laboratorium prodin ilmu komunikasi.
Selain agenda akademik, kegiatan ini juga dikemas dengan pendekatan kultural dan kebersamaan, seperti kunjungan ke kawasan budaya Yogyakarta dan kegiatan gathering di Pantai Parangtritis. Hal ini bertujuan memperkuat jejaring dan kolaborasi antar institusi pendidikan komunikasi di Jawa Barat.
Baca Juga:
Aspikom Jabar: Kebutuhan Pengkajian Teori Komunikasi Mendesak Dilakukan

Ketua ASPIKOM Korwil Jawa Barat, Dr. Ani Yuningsih menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan komunikasi di tengah tantangan era digital.
“Melalui kegiatan edu trip ini, kami tidak hanya melakukan studi banding, tetapi juga membangun ruang dialog akademik yang reflektif dan kolaboratif. Transformasi pendidikan komunikasi menuntut kita untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjaga kualitas dan relevansi kurikulum berbasis Outcome-Based Education. ASPIKOM Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendorong sinergi antar perguruan tinggi agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing,” kata Ani.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi SPMI di masing-masing institusi, sekaligus memperluas jejaring kerja sama lintas kampus.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam pengembangan kurikulum, peningkatan mutu akademik, serta penguatan kolaborasi antar perguruan tinggi ilmu komunikasi di Jawa Barat.
Dengan adanya pertukaran pengalaman dan praktik terbaik, ASPIKOM Jawa Barat optimistis dapat mendorong transformasi pendidikan komunikasi yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri serta masyarakat.










