BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jawa Barat akan menggelar International Student Communication Festival (ISCF) 2025 pada Selasa, 6 Januari 2026 di Bandung dengan tema “Be Creative, Be Critical, and Be Collaborative Learners”.
Ketua ASPIKOM Korwil Jawa Barat, Ani Yuningsih, menegaskan urgensi penyelenggaraan festival ini di tengah dinamika komunikasi global.
“Di era disrupsi digital, mahasiswa ilmu komunikasi membutuhkan lebih dari sekadar pemahaman teoritis. Mereka memerlukan ruang nyata untuk mengekspresikan kreativitas, mengasah critical thinking, dan berkolaborasi lintas institusi bahkan lintas negara. ISCF 2025 hadir sebagai ekosistem pembelajaran yang menghubungkan kampus dengan realitas sosial,” ujar Ani.
Ani menjelaskan bahwa festival ini menjawab kebutuhan mendesak akan partisipasi generasi muda dalam isu global.
“Sustainable Development Goals bukan lagi wacana abstrak. Mahasiswa komunikasi harus menjadi agen perubahan yang mampu menerjemahkan isu kesehatan, lingkungan, dan keadilan sosial menjadi narasi yang engaging dan actionable bagi publik,” tambahnya.
Dengan membuka peluang partisipasi internasional, Ani berharap mahasiswa Indonesia dapat mengukur kemampuan mereka dengan standar global.
“Exposure terhadap perspektif komunikasi dari berbagai negara akan memperkaya pemahaman dan mempersiapkan mereka menjadi komunikator kelas dunia,” katanya.
Baca Juga:
Aspikom Jabar: Kebutuhan Pengkajian Teori Komunikasi Mendesak Dilakukan
Ketua Pelaksana ISCF 2025, Pupi Indriati Zaelani, menjelaskan bahwa festival ini dirancang dengan pendekatan multi-platform melalui empat kategori kompetisi: Public Speaking, Essay Writing, Creative Content Videography, dan Social Campaign Design.
“Keempat kategori ini merepresentasikan pilar kompetensi komunikasi abad 21 berdasarkan kebutuhan industri dan tuntutan profesional kontemporer,” papar Pupi.
Pupi menegaskan bahwa ISCF 2025 adalah celebrasi kreativitas dan inovasi.
“Ini bukan sekadar kompetisi biasa, tetapi showcase talenta-talenta muda yang akan menjadi game changers di industri komunikasi dan creative industry. Antusiasme peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menunjukkan bahwa mahasiswa komunikasi memiliki kapasitas luar biasa untuk menghasilkan karya berkualitas standar internasional,” lanjutnya.
Terkait fokus pada SDGs, Pupi menjelaskan, “SDGs menyediakan framework universal yang relevan global namun dapat diinterpretasikan lokal. Kami mendorong mahasiswa berpikir beyond commercial communication—bagaimana komunikasi menjadi instrumen pemberdayaan dan transformasi sosial,” ujarnya.
Pupi berharap festival ini memberikan dampak jangka panjang. “ISCF 2025 bukan endpoint tetapi starting point. Kami berharap karya-karya ini menjadi catalyst untuk kampanye sosial lebih besar, riset mendalam, atau bahkan startup social enterprise yang memberikan impact nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Festival ini menawarkan apresiasi berupa sertifikat, trophy, dan cash prizes untuk juara 1, 2, dan 3 di setiap kategori, serta publikasi karya terbaik di media sosial ASPIKOM Jabar.
“Pengumuman finalis akan dilakukan besok dan puncak acara akan berlangsung pada 6 Januari 2026 di Bandung. Ini adalah momentum bersejarah bagi mahasiswa komunikasi Indonesia,” tutup Pupi.
Festival ISCF ini sendiri didukung oleh Bank BJB, Telkomsel, YouthHub, VIU, PDAM Kabupaten Subang, dan Universitas Bhakti Kencana ini hadir sebagai platform strategis untuk mengasah dan mengapresiasi kreativitas mahasiswa ilmu komunikasi se-Indonesia bahkan internasional.



