Asyik! Purbaya Bebaskan Pajak bagi Pekerja Penghasilan di Bawah Rp10 Juta

Purbaya Pertumbuhan Ekonomi pengemplang pajak. pajak pekerja
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram/menkeuri)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pekerja di sektor padat karya tertentu resmi mendapatkan insentif fiskal berupa Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi tahun anggaran 2026.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 yang ditandatangani Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Aturan ini ditetapkan pada 29 Desember 2025 dan mulai berlaku sejak diundangkan pada 31 Desember 2025.

Stimulus Ekonomi untuk Jaga Daya Beli

Dalam pertimbangan PMK 105/2025 dijelaskan bahwa pemberian fasilitas fiskal dilakukan sebagai langkah strategis pemerintah untuk menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.

“Untuk menjaga keberlangsungan daya beli masyarakat serta menjalankan fungsi stabilisasi ekonomi dan sosial pada tahun 2026, pemerintah menetapkan paket stimulus ekonomi melalui pemberian fasilitas fiskal,” demikian disebutkan dalam beleid tersebut, dikutip Senin (5/1/2026).

Insentif PPh Pasal 21 DTP diharapkan mampu meringankan beban pajak pekerja, khususnya di sektor-sektor yang menyerap banyak tenaga kerja dan rentan terhadap tekanan ekonomi.

Lima Sektor Padat Karya Penerima Insentif

Dalam aturan tersebut, pemerintah menetapkan lima sektor usaha padat karya yang berhak menerima fasilitas PPh 21 DTP, yakni:

  1. Industri alas kaki
  2. Industri tekstil dan pakaian jadi
  3. Industri furnitur
  4. Industri kulit dan barang dari kulit
  5. Sektor pariwisata

Kelima sektor ini dinilai memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga kerja nasional serta berkontribusi langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Penghasilan yang Ditanggung Pemerintah

Insentif PPh 21 DTP diberikan atas seluruh penghasilan bruto yang bersifat tetap dan teratur selama tahun 2026. Penghasilan tersebut meliputi:

  • Gaji pokok
  • Tunjangan tetap atau teratur
  • Imbalan sejenis yang diatur dalam perjanjian kerja, kontrak, atau peraturan perusahaan

Dengan demikian, pajak yang seharusnya dipotong dari penghasilan pekerja akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Syarat Pekerja Penerima PPh 21 DTP

Tidak semua pekerja otomatis mendapatkan fasilitas ini. Pemerintah menetapkan sejumlah kriteria penerima, antara lain:

  • Pegawai tetap tertentu dan pegawai tidak tetap tertentu
  • Menerima penghasilan di bawah Rp10 juta per bulan

Sementara itu, bagi pegawai tidak tetap yang menerima upah secara harian, mingguan, satuan, atau borongan, fasilitas diberikan jika rata-rata upah harian tidak melebihi Rp500 ribu.

Selain itu, pekerja wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang telah terintegrasi dengan sistem administrasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Pekerja juga tidak boleh menerima fasilitas PPh 21 DTP lainnya berdasarkan ketentuan perpajakan yang berbeda.

Baca Juga:

Awal Tahun 2026, 8.160 Wajib Pajak Sudah Laporkan SPT Tahunan Melalui Coretax

Menkeu Tarik Rp75 Triliun dari Bank, Pastikan Tak Ganggu Likuiditas Ekonomi

Mekanisme Pembayaran dan Pelaporan Pajak

Dalam Pasal 5 PMK 105/2025 diatur bahwa PPh 21 yang dipotong atas penghasilan pegawai tetap dibayarkan secara tunai oleh pemberi kerja pada saat pembayaran penghasilan.

Kewajiban tersebut tetap berlaku meskipun perusahaan memberikan tunjangan pajak atau menanggung PPh 21 pegawai.

Menariknya, pembayaran tunai PPh 21 yang ditanggung pemerintah tidak dihitung sebagai penghasilan kena pajak bagi pekerja. Artinya, insentif ini benar-benar memberi manfaat langsung tanpa menambah beban pajak baru.

Pemberi kerja juga diwajibkan untuk:

  • Membuat bukti potong PPh 21 DTP
  • Melaporkannya dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 21

Dorong Konsumsi dan Stabilitas Ekonomi

Dengan adanya kebijakan PPh 21 DTP ini, pemerintah berharap konsumsi rumah tangga tetap terjaga, lapangan kerja terlindungi, dan sektor padat karya mampu bertahan serta berkembang di tahun 2026.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menggunakan instrumen fiskal sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Windows 10 Tetap Jadi Favorit, Meski Microsoft Akan Hentikan Dukungannya

2

Profil Selebgram Shella Selpi Lizah Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Kanker

3

Waspada, Ini Bahaya Konsumsi Marshmallow Berlebihan Pada Anak

4

Cek, Cara Mengatasi Pengisian Token Listrik yang Gagal Terus

5

6 Rekomendasi Tablet Unggulan Sepanjang Tahun 2024
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg