JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kabar kehilangan datang dari aktor muda Bio One. Sang ayah, Sutan Proboatmodjo, meninggal dunia pada Senin, 6 April 2026.
Kepergian tersebut meninggalkan luka mendalam bukan hanya bagi keluarga, tapi juga publik yang mengikuti perjalanan hidup sang aktor.
Unggahan Singkat Penuh Penyesalan
Lewat akun Instagram pribadinya, Bio One membagikan momen saat berada di depan makam sang ayah yang telah ditaburi bunga.
Tak banyak kata, namun cukup untuk membuat siapa pun yang membaca ikut merasakan kehilangan itu.
“Dimaafin, pa, ma,” tulisnya.
Kalimat sederhana itu justru terasa paling berat seolah memuat penyesalan, rindu, dan perpisahan dalam satu tarikan napas.
Percakapan WhatsApp yang Bikin Hati Tersentuh
Dalam unggahan yang sama, Bio One juga membagikan tangkapan layar percakapan dengan sang ibunda. Salah satu pesannya begitu jujur, bahkan terasa rapuh.
“Nggak bisa liat orang meninggal.”
Pengakuan itu menggambarkan betapa beratnya menerima kenyataan kehilangan seseorang yang begitu dekat.
Pesan Sang Ibunda di Tengah Duka
Di tengah duka, sang ibunda mencoba menjadi penopang bagi anak-anaknya. Ia menuliskan pesan panjang yang penuh emosi—menggambarkan kesedihan sekaligus ajakan untuk tetap kuat.
“Hari ini Papa Sutan sudah meninggalkan kita semua. Di benak kita pasti ada rasa campur aduk yang diselimuti rasa sedih pastinya.”
Ia juga mengajak anak-anaknya untuk saling menguatkan dan mengikhlaskan.
“Mari kita saling melepaskan pengampunan agar yang meninggal diterima amal ibadahnya…”
Baca Juga:
Anisa Bahar Kena Dugaan Penipuan Umrah CBB Travel, Rugi Ratusan Juta!
Namun bagian paling menyentuh datang di akhir pesan tersebut. Sebuah kalimat yang terasa jujur bahkan mungkin terlalu jujur.
“Pesan mama buat kalian semua. Lakukan hal-hal yang baik agar kelak keturunan kalian jadi orang baik. Maafkan kami, sebab kami bukan cermin yang baik buat kalian.”
Kalimat itu seperti pengakuan sekaligus permintaan maaf. Tidak dramatis, tapi justru terasa dalam.
Kisah ini bukan sekadar kabar duka. Ada refleksi tentang keluarga, penyesalan, dan kesempatan yang mungkin tak sempat terulang.
Di balik sorotan publik, Bio One menunjukkan satu hal yang sangat manusiawi: kehilangan selalu datang tanpa aba-aba, dan yang tersisa hanyalah kata-kata yang tak sempat terucap.
(Dist)











