CIAMIS, TEROPONGMEDIA.ID — Ayam Sentul, salah satu rumpun ayam asli Jawa Barat yang berasal dari Ciamis, terus menunjukkan potensinya sebagai komoditas unggulan peternakan lokal.
Dipercaya sebagai keturunan ayam milik Raja Ciung Wanara dalam legenda Sunda. Ayam Sentul kini menjadi salah satu sumber daya genetik (SDG) prioritas yang dikembangkan pemerintah.
Dibandingkan ayam kampung biasa, Ayam Sentul memiliki sejumlah keunggulan, seperti pertumbuhan lebih cepat, ketahanan tubuh tinggi terhadap penyakit, serta daging yang padat dan gurih.
Ayam ini tergolong dwiguna, cocok untuk produksi daging dan telur. Sebagai ayam pedaging, bobot jantan dewasa mencapai 1,3–3,5 kg, sementara betina 0,8–2,2 kg.
Untuk telur, produktivitasnya mencapai 85–210 butir per tahun dengan berat rata-rata 46–48 gram per butir.
“Keunggulan genetik Ayam Sentul membuatnya lebih efisien dibanding ayam kampung biasa. Pertumbuhannya cepat, tahan penyakit, dan bisa dipelihara dengan pakan sederhana,” demikian penjelasan dari Humas Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, dikutip Senin (14/7/2025).
Populasi Ayam Sentul banyak ditemukan di wilayah Ciamis, Tasikmalaya, Garut, hingga Bandung. Pemerintah telah menetapkannya sebagai SDG asli Jawa Barat yang perlu dilestarikan.
Berbagai program pengembangan digulirkan, termasuk hibah bibit, pelatihan manajemen pemeliharaan, dan pendampingan teknis bagi peternak.
Keunikan Ayam Sentul:
Variasi Warna Bulu:
- Sentul Batu: abu kehitaman
- Sentul Abu: abu polos
- Sentul Debu: abu seperti debu
- Sentul Emas: abu kekuningan
- Sentul Geni: abu kemerahan
- Sentul Jambe: abu dengan merah jingga
Ciri Khas Fisik:
- Motif bulu seperti sisik
- Jengger berbentuk kacang (pea comb)
- Kaki berwarna kekuningan
BACA JUGA
Ekosistem Pembiayaan Peternakan Domba yang Diinisiasi OJK Mulai Menunjukan Hasil
Investor Peternakan Sapi Perah Vietnam Siap Produksi Susu Hingga 1,8 Juta Ton
Dengan kandungan lemak rendah (6,89%) dan cita rasa gurih, daging Ayam Sentul semakin diminati pasar. Ayam ini juga dikenal tahan terhadap penyakit pernapasan yang sering menyerang ayam pedaging komersial.
“Selain mendukung ketahanan pangan, Ayam Sentul menjadi sumber penghasilan penting bagi peternak lokal. Kami terus mendorong pengembangannya agar semakin berkontribusi bagi perekonomian daerah,” kata perwakilan Dinas Peternakan Jawa Barat.
Sebagai simbol ketahanan pangan lokal, Ayam Sentul diharapkan tetap lestari dan menjadi salah satu unggulan peternakan Indonesia di masa depan.
(Aak)











