BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah China mengevakuasi sedikitnya 580 pendaki dari lereng timur Gunung Everest, setelah badai salju hebat melanda wilayah pegunungan Tibet dan Qinghai pada akhir pekan lalu.
Menurut Xinhua, seluruh pendaki bersama lebih dari 300 personel pendukung, termasuk pemandu lokal dan penggembala yak, berhasil tiba dengan selamat di Kota Qudeng dan kawasan sekitarnya.
Insiden tersebut terjadi menyusul badai salju mendadak yang menghantam wilayah pegunungan pada Sabtu (5/10/2025) malam. Demikian dilansir dari Antara.
Baca Juga:
7 Mitos Mendaki Gunung yang Populer di Indonesia, Percaya atau Tidak?
Media lokal sebelumnya melaporkan sedikitnya satu pendaki tewas dan hampir 1.000 orang terjebak akibat cuaca ekstrem yang membuat akses jalan tertutup serta menumbangkan sejumlah tenda di area perkemahan.
Curah salju tinggi di sekitar wilayah Dingri mempersulit upaya penyelamatan di jalur pendakian sekitar Qudeng. Sebagai respons, pemerintah Kabupaten Dingri segera mengerahkan tim darurat untuk memulihkan jaringan komunikasi dan melaksanakan operasi evakuasi di titik-titik terdampak.
Otoritas setempat juga mengumumkan penutupan sementara beberapa objek wisata, termasuk kawasan wisata Gunung Qomolangma, sebutan Gunung Everest dalam bahasa Tibet, demi alasan keselamatan wisatawan dan pendaki. Kebijakan ini diberlakukan hingga kondisi cuaca dinyatakan aman dan akses transportasi kembali pulih. (usamah kustiawan)











