Bak Kabut Rinjani, Polusi Udara Jakarta Sangat Mengkhawatirkan

udara jakarta
(Instagram/info.tangsel)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Selama dua hari terakhir, warga Jakarta disuguhi pemandangan kota yang tampak berkabut dari pagi hingga sore hari. Meski sekilas terlihat seperti kabut alami yang sejuk, fenomena tersebut ternyata bukan uap air melainkan asap polusi udara Jakarta yang pekat.

Data dari aplikasi pemantauan kualitas udara Nafas Indonesia menunjukkan bahwa kualitas udara di sebagian besar wilayah Jabodetabek masuk kategori tidak sehat.

Sementara itu, Indeks Kualitas Udara (AQI) di sejumlah titik di Jakarta berwarna merah yang menandakan bahaya bagi kesehatan masyarakat.

Konsentrasi partikel PM2.5 polutan berukuran sangat kecil yang bisa menembus hingga ke jaringan paru-paru di berbagai kawasan mencatat angka lebih dari 150 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Bahkan, beberapa lokasi dilaporkan menembus angka 160 µg/m³, jauh di atas ambang aman harian menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 15 µg/m³.

Dalam unggahan akun Instagram @nafasidn, dijelaskan bahwa tingginya angka PM2.5 disebabkan oleh fenomena inversi suhu, yaitu ketika lapisan udara dingin yang semestinya berada di atas justru terperangkap di bawah. Akibatnya, partikel polutan tidak bisa naik ke atmosfer yang lebih tinggi, melainkan terkonsentrasi di dekat permukaan tanah dan menyelimuti wilayah kota.

“Banyak yang mengira Jakarta lagi berkabut, padahal itu polusi. Ini partikel halus dari udara kotor yang ngumpul di sekitar kita,” tulis Nafas dalam unggahan yang dikutip pada Selasa (1/7/2025).

Kondisi udara Jakarta diperparah oleh kemarau basah yang membuat pergerakan udara vertikal menjadi lambat. Akibatnya, polusi dari kendaraan bermotor, industri, hingga pembakaran sampah rumah tangga tidak tersebar dengan baik dan bertahan lama di lapisan bawah atmosfer.

Laporan Nafas Indonesia dalam edisi NBD Report Mei 2025 sebelumnya juga mencatat Jakarta sebagai salah satu kota dengan paparan polusi tertinggi di Indonesia. Kota ini secara konsisten melampaui ambang batas aman harian WHO dalam hal PM2.5, dan tren ini diperkirakan akan terus berlanjut tanpa intervensi signifikan.

Secara nasional, NBD Report juga mencatat bahwa 70 persen wilayah perkotaan di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, mengalami penurunan kualitas udara dalam dua tahun terakhir. Penyebab utamanya antara lain peningkatan jumlah kendaraan pribadi, pembakaran terbuka, serta lemahnya implementasi regulasi pembatasan emisi.

Baca Juga:

Harga BBM Pertamina, Shell Hingga Vivo Resmi Naik! Ini Daftarnya

Cek! Kisi-kisi Ujian Tes Terstandar SPMB Jabar 2025

Sebagai langkah mitigasi, beberapa pemerintah daerah mulai menerapkan program Clean Air Zone, yang mendorong penggunaan penyaring udara di kawasan perkantoran, fasilitas pendidikan, dan ruang publik. Namun, upaya ini masih terbatas dan belum menjangkau wilayah padat penduduk.

Dampak dari polusi udara tidak bisa dianggap remeh. Paparan jangka panjang terhadap PM2.5 diketahui dapat memperparah kondisi asma, menyebabkan infeksi saluran pernapasan, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dengan memantau kualitas udara melalui aplikasi terpercaya. Jika diperlukan, gunakanlah masker dengan filtrasi tinggi seperti N95 saat beraktivitas di luar ruangan.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri