JAKARTA, TEROPONGEMDIA.ID — Bencana banjir melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus meluas. Banjir tercatat telah merendam 20 dari total 30 kecamatan di wilayah tersebut akibat meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet pada Sabtu (24/1/2/2026) pagi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang meminta seluruh warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyatakan, bahwa status Sungai Citarum dan Sungai Cibeet telah mencapai level Awas sejak Sabtu dini hari.
Status Sungai Citarum dan Cibeet Awas
Aep mengatakan berdasarkan laporan pemantauan, status kedua sungai tersebut ditetapkan Awas pada pukul 01.20 WIB. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mengambil langkah evakuasi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir.
“Pada Sabtu pukul 01.20 WIB status Sungai Citarum dan Cibeet berstatus Awas. Jadi semua warga yang tinggal dekat aliran sungai itu harus segera mengungsi,” kata Aep di Karawang, Sabtu.
Ia menegaskan, bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana banjir yang terus meluas.
Banjir Meluas ke 20 Kecamatan
Hingga Sabtu pagi, kondisi banjir di Karawang dilaporkan semakin meluas. Jika sebelumnya banjir hanya terjadi di 13 kecamatan, kini jumlahnya bertambah menjadi 20 kecamatan.
Data tersebut merujuk pada laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang per Jumat malam (23/1/2026) pukul 21.00 WIB. BPBD mencatat bahwa banjir telah merendam 9.650 rumah yang tersebar di 58 desa dan kelurahan.
Puluhan Ribu Warga Terdampak
BPBD Karawang juga mencatat jumlah warga terdampak banjir mencapai 10.927 Kepala Keluarga (KK). Total warga terdampak terdiri dari 31.601 jiwa dewasa, 969 balita, 111 bayi, serta 599 lansia.
Sementara itu, sebanyak 1.198 jiwa dilaporkan telah mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah daerah dan tim gabungan.
Pemkab Karawang bersama unsur Forkopimda memastikan proses evakuasi warga yang berada di bantaran sungai telah dilakukan secara bertahap.
Karangligar Jadi Wilayah Terdampak Terparah
Banjir dengan ketinggian air paling tinggi dilaporkan terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Di wilayah tersebut, ketinggian air hampir mencapai dua meter, sehingga merendam permukiman warga secara menyeluruh.
Kondisi ini membuat sebagian besar warga Karangligar harus dievakuasi menggunakan perahu karet menuju lokasi yang lebih aman.
Daftar Kecamatan Terdampak Banjir
Berikut 20 kecamatan di Kabupaten Karawang yang dilaporkan terdampak banjir:
- Karawang Timur
- Karawang Barat
- Rengasdengklok
- Klari
- Telukjambe Barat
- Telukjambe Timur
- Cilamaya Wetan
- Cilamaya Kulon
- Banyusari
- Kotabaru
- Tirtamulya
- Jatisari
- Telagasari
- Tirtajaya
- Rawamerta
- Majalaya
- Lemahabang
- Purwasari
- Tempuran
- Kutawaluya
Puluhan desa dan kelurahan di kecamatan tersebut terendam dengan variasi ketinggian air.
Baca Juga:
Banjir Meluas, Pemkab Bekasi Tambah Titik Pengungsian Jadi 15 Lokasi
Plafon Ruang Kelas Ambruk, 12 Siswa SMAN 5 Tangerang Alami Luka Ringan
Imbauan Bupati dan Apresiasi untuk Tim Gabungan
Bupati Aep mengimbau masyarakat Karawang untuk mematuhi arahan tim evakuasi di lapangan demi keselamatan bersama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan banjir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD, Kodim 0604, Polres Karawang, Yonif 305 Tengkorak, tim kesehatan, serta seluruh stakeholder kemanusiaan yang telah membantu penanganan di lapangan,” ujar Aep.
Hingga kini, pemerintah daerah masih terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap wilayah terdampak banjir di Kabupaten Karawang.
(Dist)











