Banjir Konten Porno, X Batasi Grok Hanya untuk Pelanggan Berbayar

Grok berbayar
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Perusahaan kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, Grok, resmi membatasi fitur pembuatan dan pengeditan gambar hanya untuk pelanggan berbayar di platform X.

Kebijakan ini diambil menyusul kritik keras dari berbagai negara setelah fitur tersebut disalahgunakan untuk menghasilkan konten pornografi, termasuk gambar tanpa persetujuan yang melibatkan figur publik dan anak-anak.

Imbas Penyalahgunaan Konten Vulgar

Melansir TechCrunch, Sabtu (10/1/2026), pembatasan tersebut diumumkan pada Jumat waktu setempat. Dalam pernyataannya, Grok menegaskan bahwa hanya pengguna berbayar X yang kini dapat membuat dan mengedit gambar menggunakan teknologi AI tersebut.

Sebelumnya, fitur pembuatan gambar Grok tersedia untuk semua pengguna dengan batasan harian. Namun kebijakan ini justru membuka celah penyalahgunaan, termasuk pembuatan gambar vulgar hasil manipulasi AI.

Aplikasi Grok Masih Bisa Digunakan Gratis

Pembatasan ini tidak berlaku untuk aplikasi Grok. Hingga artikel ini dipublikasikan, aplikasi tersebut masih memungkinkan pengguna membuat gambar tanpa berlangganan.

Perbedaan kebijakan ini menimbulkan pertanyaan lanjutan terkait konsistensi pengawasan konten di seluruh ekosistem xAI.

Respons Elon Musk dan Platform X

Elon Musk dan platform X secara terbuka mengecam penggunaan Grok untuk membuat konten ilegal. Musk menegaskan bahwa pengguna yang menghasilkan konten terlarang akan menghadapi sanksi yang sama seperti pelanggaran konten lainnya.

“Siapa pun yang menggunakan Grok untuk membuat konten ilegal akan menerima konsekuensi yang sama seperti jika mereka mengunggah konten ilegal,” tulis Musk dalam unggahannya pekan lalu.

Baca Juga:

Pengguna X Cemas, Grok AI Jadi Senjata Digital Privasi

FIFA Gandeng TikTok di Piala Dunia 2026

Tekanan dari Uni Eropa, India, dan Inggris

Sejumlah negara menyuarakan kecaman terhadap X dan xAI. Uni Eropa meminta xAI menyimpan seluruh dokumentasi terkait chatbot Grok, sementara India dilaporkan memerintahkan X untuk segera menghentikan penyalahgunaan fitur tersebut.

Kementerian Komunikasi India bahkan memperingatkan bahwa X berisiko kehilangan perlindungan safe harbor jika tidak mengambil langkah tegas. Di sisi lain, otoritas komunikasi Inggris juga mengonfirmasi telah menghubungi xAI terkait masalah ini.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri