BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi bekerjasama dengan TikTok untuk Piala Dunia 2026. Dalam kemitraan bersejarah ini, TikTok ditunjuk sebagai “preferred platform” pertama sepanjang sejarah Piala Dunia.
Pengumuman tersebut dirilis FIFA pada Kamis (8/1/2026) waktu setempat dan langsung menjadi sorotan global.
Kolaborasi ini mempertegas arah baru FIFA dalam menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda yang kini semakin bergantung pada platform digital dan media sosial untuk mengikuti perkembangan olahraga.
Akses Konten yang Lebih Luas
Kemitraan yang berlangsung hingga akhir 2026 ini memungkinkan mitra media resmi FIFA untuk menayangkan sebagian pertandingan langsung di TikTok, lengkap dengan klip dan konten spesial yang diproduksi FIFA.
Namun, detail durasi dan segmen pertandingan yang dapat disiarkan belum dijelaskan secara spesifik oleh kedua pihak.
“Tujuan FIFA adalah berbagi kegembiraan Piala Dunia FIFA 2026 dengan sebanyak mungkin penggemar, dan kami tidak dapat memikirkan cara yang lebih baik untuk mewujudkan misi tersebut selain menjadikan TikTok sebagai Platform Pilihan Pertama turnamen ini,” kata Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström.
Program Kreator dan Konten Eksklusif
Salah satu inovasi menarik adalah program kreator global yang memberikan akses istimewa kepada influencer TikTok terpilih. Mereka akan mendapat kesempatan meliput konferensi pers, menghadiri sesi latihan tim, bahkan mengakses momen di balik layar yang selama ini tertutup untuk publik.
Kreator juga diizinkan menggunakan arsip resmi FIFA untuk membuat konten versi mereka sendiri.
James Stafford, Kepala Konten Global TikTok, menyatakan bahwa platform mereka telah terbukti efektif mendorong engagement penggemar olahraga.
“42 persen penggemar lebih mungkin menonton pertandingan langsung setelah mereka melihat konten olahraga di TikTok,” katanya, merujuk pada program TikTok GamePlan yang mengukur antusiasme penggemar menjadi hasil terukur.
Piala Dunia 2026: Format Baru, Jangkauan Lebih Luas
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan 48 tim peserta, naik signifikan dari format 32 tim sebelumnya.
Turnamen akan menggelar 104 pertandingan di 16 kota yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Hingga saat ini, 42 tim telah memastikan diri lolos, termasuk juara bertahan Argentina, Spanyol, Brasil, dan Jerman. Indonesia sendiri gagal lolos setelah terhenti di babak kualifikasi.
Dampak dan Implikasi
Kemitraan ini membawa implikasi besar bagi industri media olahraga dan pola konsumsi konten. TikTok, dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan, membuka akses Piala Dunia kepada generasi muda yang lebih terbiasa mengonsumsi konten pendek dan interaktif di platform media sosial.
Dari sisi komersial, broadcaster yang bermitra dengan FIFA dapat memonetisasi konten mereka lewat iklan premium TikTok, menciptakan model bisnis baru dalam penayangan olahraga.
Namun, belum jelas apakah kemitraan ini akan mempengaruhi hak siar televisi tradisional yang sudah ada, termasuk di Indonesia.
Bagi penggemar, kehadiran TikTok sebagai platform resmi memberikan alternatif menarik untuk mengikuti perkembangan Piala Dunia di luar siaran televisi konvensional, dengan pengalaman yang lebih personal dan interaktif sesuai dengan tren konsumsi media digital saat ini.
(Magang UIN Bandung/Adit Ramadhan)