BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue, Aceh, mengerahkan personel untuk menangani banjir yang melanda tiga desa di kabupaten setempat.
Banjir terjadi akibat hujan lebat disertai angin kencang.
“Tim BPBD sudah dikerahkan ke lokasi banjir membantu warga terdampak bencana. Sampai saat ini belum ada pengungsian. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa,” katanya di Simeulue, Selasa (21/10/2025).
Wilayah yang dilanda banjir meliputi Desa Donggek di Kecamatan Barat, serta Desa Nancawa dan Busung Indah di Kecamatan Teupah Tengah.
Banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan di daerah tersebut. Selain banjir, beberapa pohon tumbang dan menutupi badan jalan di Desa Suak Buluh, Kecamatan Simeulue Timur. Sebuah jembatan juga putus akibat bencana ini.
Baca Juga:
Hadapi Musim Hujan, BPBD Kota Bandung: Bukan Soal Banjirnya, Tapi Bagaimana Warga Bisa Selamat
Aceh Selatan Dikepung Banjir, 11 Desa di 2 Kecamatan Terendam
“Sampai saat ini warga terdampak banjir masih bertahan di rumah masing-masing. Belum ada laporan korban jiwa. Kerugian materi masih dalam pendataan. Untuk jembatan putus sudah dibuat jembatan darurat,” kata Zulfadli.
Berdasarkan peringatan dini BMKG, potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang masih mengancam beberapa wilayah di Kabupaten Simeulue hingga beberapa hari ke depan.
Zulfadli mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang.
“Kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana serta pesisir pantai dan pegunungan diimbau meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” kata Zulfadli.
Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh yang terletak di Samudra Hindia. Daerah ini memiliki 10 kecamatan dengan 138 desa yang dihuni sekitar 94 ribu jiwa.
(Anisa Kholifatul Jannah)











