JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai serangan buaya di wilayah terdampak banjir. Fenomena kemunculan hewan buas ini kini semakin marak dan berpotensi memasuki pemukiman warga, terutama di kawasan dengan genangan air dan sungai yang meluap.
Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Budi Utama, menegaskan pentingnya kewaspadaan warga di tengah kondisi banjir saat ini.
“Kami mengimbau masyarakat terdampak banjir selalu waspada dan segera melapor jika menemukan buaya maupun ular, karena ini sangat berbahaya,” ujarnya di Pangkalpinang, Minggu (7/12/2025).
Menurut Budi, kemunculan buaya di sungai, bekas tambang, saluran air, dan kawasan permukiman cukup tinggi. Hal ini menyebabkan risiko buaya menyerang warga meningkat, terlebih saat banjir merendam lingkungan masyarakat. Beberapa laporan telah diterima BPBD mengenai kemunculan buaya di lokasi-lokasi tersebut.
“Kami sudah banyak menerima laporan kemunculan buaya ini dan ini harus diwaspadai agar warga tidak menjadi korban serangan hewan buas,” tambah Budi.
Kepala BPBD menekankan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan. Masih banyak anak-anak yang bermain di genangan air pasca-banjir, sehingga risiko serangan buaya semakin besar. “Kami berharap orang tua tidak membiarkan anak-anak bermain di kawasan banjir, ini untuk mengantisipasi serangan hewan buas,” tegas Budi Utama.
Budi menjelaskan, kemunculan buaya dan masuknya mereka ke pemukiman masyarakat tidak lepas dari kerusakan lingkungan. Habitat alami buaya kini terganggu akibat aktivitas manusia, termasuk tambang dan pembangunan yang mengurangi sumber pakan alami. Akibatnya, buaya mencari makan dengan memasuki pemukiman warga.
“Buaya ini naik ke darat tentu mencari makan. Dalam kondisi lapar, tentu buaya ini bisa menyerang siapa saja,” kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel.
Baca Juga:
Korban Banjir Sumatera-Aceh Terbaru: 914 Meninggal, 389 Masih Hilang
Ferry Irwandi Lihat Situasi di Aceh Tamiang Mengerikan, Warga Minum Air Banjir
Kondisi ini memicu kekhawatiran tinggi di masyarakat, terutama di desa-desa dekat sungai dan bekas tambang timah yang kini tergenang air.
Selain ancaman buaya, Budi Utama juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap ular yang muncul di area banjir. Kombinasi genangan air, hewan buas, dan kondisi lingkungan yang berubah pasca-banjir meningkatkan risiko kecelakaan dan serangan satwa liar.
BPBD Babel kini menyiapkan tim siaga untuk menerima laporan warga dan melakukan evakuasi jika ditemukan buaya di pemukiman. Sosialisasi keselamatan juga digencarkan, dengan menekankan agar masyarakat tetap di rumah, menjauh dari sungai dan lokasi banjir, serta memperhatikan anak-anak yang rawan terjebak di genangan air.
Fenomena ini menjadi peringatan serius terkait dampak lingkungan akibat kerusakan habitat satwa liar. Kejadian buaya masuk ke pemukiman pasca-banjir bukan hanya masalah lokal, tetapi juga dampak dari ekosistem yang terganggu akibat aktivitas manusia, termasuk tambang ilegal dan deforestasi.
(Dist)