JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Bank investasi global asal Inggris, Standard Chartered, menilai ether (ETH) berada dalam posisi struktural yang semakin kuat untuk mengungguli bitcoin (BTC), meskipun kinerja pasar aset digital secara keseluruhan dinilai lebih lemah dari ekspektasi pada siklus saat ini.
Head of Digital Assets Research Standard Chartered, Geoff Kendrick, menyebut bahwa pelemahan bitcoin telah menjadi beban utama bagi pasar kripto secara luas. Namun, kondisi tersebut justru membuka peluang rotasi relatif ke ether, terutama dari sudut pandang rasio ETH/BTC.
Standard Chartered memperkirakan rasio ETH/BTC akan kembali mendekati level tertingginya dalam jangka menengah, menandakan potensi outperformance ether terhadap bitcoin seiring bergesernya fokus pasar dari narasi “store of value” ke utilitas jaringan dan arus kas ekosistem.
“Regulasi Amerika Serikat berpotensi menjadi katalis utama bagi aset digital, terutama ether, jika mampu membuka fase lanjutan pertumbuhan decentralized finance,” kata Kendrick, dikutip Rabu (14/1/2026).
Meski optimistis secara struktural, Kendrick memangkas proyeksi harga ether untuk periode 2026–2028. Penyesuaian ini mencerminkan tekanan sistemik dari pelemahan bitcoin, yang hingga kini masih menjadi barometer likuiditas dan sentimen pasar kripto global.
Namun, di luar horizon jangka menengah, Standard Chartered justru menaikkan pandangan jangka panjangnya. Bank tersebut memperkirakan harga ether dapat mencapai US$40.000 pada 2030, didorong oleh dominasi ethereum di sektor-sektor kripto bernilai tambah tinggi.
Menurut Kendrick, perlambatan arus dana ke ETF kripto dan treasury perusahaan berbasis aset digital telah membatasi upside jangka pendek pasar.
Akan tetapi, ether tetap memperoleh dukungan struktural, termasuk dari pembelian berkelanjutan oleh Bitmine Immersion (BMNR), yang membantu menjaga permintaan di tengah kondisi likuiditas yang lebih ketat.
Lebih penting lagi, Kendrick menekankan bahwa ethereum masih menjadi platform dominan untuk stablecoin, real-world assets (RWA) dan decentralized finance (DeFi)—tiga segmen yang diperkirakan menjadi mesin pertumbuhan utama industri kripto dalam dekade mendatang.
Baca Juga:
Kasus Kripto Timothy Ronald Melebar, 300 Korban Siap Lapor Massal!
Dari sisi fundamental jaringan, peningkatan kapasitas dan throughput ethereum juga dinilai krusial. Kendrick mencatat, bahwa secara historis kenaikan throughput transaksi berkorelasi positif dengan ekspansi kapitalisasi pasar ETH, sebuah hubungan yang jarang dimiliki aset kripto lain dalam skala serupa.
Di sisi regulasi, Standard Chartered menilai pengesahan undang-undang struktur pasar kripto di AS dapat menjadi pemicu besar berikutnya.
Kerangka hukum yang lebih jelas diyakini akan membuka fase baru pertumbuhan DeFi institusional, di mana ethereum berada pada posisi paling diuntungkan dibandingkan blockchain pesaing.
Bank tersebut memperkirakan proses legislasi mulai bergerak pada kuartal pertama tahun ini, sebuah periode yang berpotensi meningkatkan minat investor institusi terhadap ETH sebagai aset produktif, bukan sekadar aset spekulatif.
Dengan kombinasi tekanan pada bitcoin, dukungan regulasi terhadap DeFi, dominasi ethereum di sektor bernilai tinggi, serta peningkatan kapasitas jaringan, Standard Chartered menilai narasi siklus berikutnya berpotensi bergeser dari “Bitcoin-led” ke “Ethereum-driven”.
Meski volatilitas tetap menjadi risiko utama, ethereum dipandang memiliki fondasi struktural yang lebih kuat untuk menciptakan kinerja relatif unggul dalam jangka menengah hingga panjang.
(Dist)









