BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Gigi Dall’Igna jarang terlihat selembut ini. Di balik reputasinya sebagai sosok dingin dan kalkulatif, General Manager Ducati Corse itu kali ini tampak benar-benar terharu saat membicarakan Marc Marquez. Bukan sekadar tentang gelar dunia kesembilan, tetapi tentang sesuatu yang jauh lebih personal: bagaimana Marquez menghidupkan kembali spirit Ducati.
Bagi Dall’Igna, musim 2025 bukan hanya musim juaramelainkan musim yang mengubah arah sejarah.
Dall’Igna menilai kebangkitan Marquez sebagai salah satu momen paling monumental bagi Ducati. Ia menyebut sang juara dunia itu datang dengan “keinginan seorang rookie, tapi jiwa seorang veteran,” sesuatu yang jarang ia lihat selama memimpin proyek MotoGP.
Marquez, yang memulai kebangkitannya dari tim satelit pada 2024, tiba di 2025 dengan energi baru. Dall’Igna menyebut ada satu hal yang membuatnya yakin sejak awal bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi, yaitu tatapan mata Marquez.
“Ia membawa kembali cahaya itu, api yang sempat hilang selama bertahun-tahun,” ujar Dall’Igna, dikutip dari MotoGP, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga:
Fabio-Quartararo-Pecco-BagnaiaHonda
Siap Bermanuver untuk 2027, Bajak Marc Marquez dari Ducati?
Dan hasilnya mencerminkan itu. Dari 17 balapan dan Sprint yang ia jalani, Marquez mencatatkan:
- 11 kemenangan Grand Prix
- 14 kemenangan Sprint
- Rekor 15 kemenangan beruntun di GP dan Sprint
- Podium di 11 balapan berturut-turut
- Lebih dari 10 kemenangan di dua format sekaligus dalam satu musim, rekor pertama dalam sejarah Ducati
Sebuah statistik yang bahkan Dall’Igna akui “bahkan tidak pernah ada dalam imajinasi paling optimis Ducati.”
Namun di saat Marquez membuat GP25 terlihat seperti motor tak tertandingi, Francesco Bagnaia justru berada dalam spiral sulit. Lima kali gagal finis, performa yang tak stabil, dan mental yang tampak terkikis membuat mantan juara dunia dua kali itu tertinggal jauh.
Dall’Igna tak ingin menyalahkan Bagnaia. Ia menyebut Pecco “sangat tidak beruntung”, tetapi juga mengisyaratkan bahwa masalah lebih dari sekadar nasib. Ada ketidakcocokan teknis yang tidak pernah terselesaikan sepanjang musim.
Meski rival mulai mengejar, Dall’Igna percaya bahwa fondasi Ducati untuk 2026 sangat kuat. GP25 sukses besar, proyek GP26 stabil, dan Marquez kembali ke level terbaiknya.
Yang tersisa hanyalah satu harapan: Bagnaia bangkit dan menemukan kembali dirinya.Bagi Dall’Igna, bukan hanya motor yang harus seimbang,timnya pun demikian.
“Dengan Marc di puncaknya dan Pecco yang akan kembali lebih kuat, saya yakin 2026 adalah tahun penting bagi kami,” tutupnya.











