Begini Cara Mengajukan Permohonan Sertifikat Elektronik di Coretax DJP

(Foto: DJP)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Bagi sebagian besar wajib pajak yang berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan sudah terdaftar lama pastinya akan mengajukan perpanjangan sertifikat elektronik setiap dua tahun sekali ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar.

Perpanjangan masa aktif ini dilakukan agar mereka dapat meng-upload faktur maupun melakukan pelaporan di webbased efaktur atau ebupot unifikasi.

Nah dengan adanya sistem inti administrasi perpajakan atau coretax DJP, apakah PKP tetap mengajukan perpanjangan sertifikat?

Sebelumnya mari kita bahas terlebih dahulu, apakah Sertifikat Elektronik itu?

Tanda Tangan Elektronik (TTE) adalah tanda tangan yang terdiri atas informasi elektronik yang dilekatkan, terasosiasi, atau terkait dengan informasi elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.

TTE inilah yang digunakan dalam penandatanganan dokumen elektronik dalam pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan secara elektronik oleh wajib pajak.

Saat implementasi Coretax DJP per 1 Januari 2025, sertifikat elektronik yang saat ini digunakan pada laman DJPonline (djponline.pajak.go.id) maupun untuk aplikasi desktop efaktur nantinya tidak dapat digunakan. Oleh karena itu Wajib Pajak harus mengajukan kembali Sertifikat Elektroniknya.

Adapun Sertifikat Elektronik yang dapat digunakan di Coretax ada dua macam yaitu Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi dan Tanda Tangan Elektronik tidak tersertifikasi.

Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi

Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi yaitu Tanda Tangan Elektronik yang dibuat dengan menggunakan Sertifikat Elektronik yang diterbitkan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik instansi, untuk wajib pajak Instansi Pemerintah yang diwakili oleh aparatur sipil negara ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan secara elektronik.

Tanda Tanda Tangan Elektronik tersertifikasi dapat juga diterbitkan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik non instansi, dalam hal wajib pajak merupakan Wajib Pajak selain ASN, TNI, maupun Polri. yang diterbitkan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik.

Penyelenggara Sertifikasi Elektronik tersebut merupakan penyelenggara sertifikasi elektronik yang telah mendapatkan pengakuan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan di bidang komunikasi dan informatika serta harus ditunjuk oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.

Contoh lembaga yang menyelenggarakan sertifikasi elektronik ini di antaranya adalah BRIN, BSSN, ID Rahasia, Peruri, TekenAja, Vida, dan lain sebagainya.

Wajib pajak dapat mengajukan permohonan penerbitan Sertifikat Elektronik kepada salah satu Penyelenggara Sertifikat Elektronik melalui laman Direktorat Jenderal Pajak yang terintegrasi dengan laman Penyelenggara Sertifikasi Elektronik yang ditunjuk.

Berdasarkan permohonan tersebut, Penyelenggara Sertifikasi Elektronik menerbitkan Sertifikat Elektronik.

Adapun tata cara pengajuan permohonan dan masa berlaku Sertifikat Elektronik sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Penyelenggara Sertifikat Elektronik.

Setelah memiliki sertifikat elektronik tersertifikasi, wajib didaftarkan sertifikat dimaksud ke sistem Coretax dan melakukan verifikasi data identitas.

Tanda Tangan Elektronik tidak tersertifikasi

Tanda Tangan Elektronik tidak tersertifikasi yaitu Tanda Tangan Elektronik yang dibuat dengan menggunakan Kode Otorisasi DJP yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Untuk memperoleh Kode Otorisasi DJP ini, wajib pajak harus mengajukan permohonan penerbitan Kode Otorisasi DJP kepada Direktorat Jenderal Pajak.

Permohonan Kode Otorisasi DJP ini dapat diajukan bersamaan dengan permohonan pendaftaran diri untuk memperoleh NPWP atau secara terpisah setelah Wajib Pajak memperoleh NPWP.

Penerbitan Kode Otorisasi DJP dilakukan secara elektronik dengan mengisi Formulir Permohonan Kode Otorisasi DJP, memasukkan email dan nomor telepon seluler aktif, serta melakukan kegiatan verifikasi dan autentifikasi identitas melalui laman Direktorat Jenderal Pajak.

Berdasarkan permohonan tersebut, DJP melakukan penelitian administrasi, kelengkapan data, dan pengujian verifikasi dan autentikasi atas identitas wajib pajak yang disampaikan wajib pajak.

Jika permohonan Wajib Pajak memenuhi ketentuan, maka DJP akan memberikan Kode Otorisasi DJP dan menerbitkan Surat Keterangan Penerbitan Kade Otorisasi DJP kepada wajib pajak. Proses ini dilakukan secara otomatis melalui laman DJP segera setelah permohonan disampaikan, untuk permohonan yang disampaikan secara elektronik.

Selain disampaikan secara elektronik, permohonan dapat juga disampaikan secara tertulis. Seperti proses permohonan elektronik, atas permohonan tersebut, DJP akan melakukan penelitian dan menerbitkan Kode Otorisasi DJP dan menerbitkan Surat Keterangan Penerbitan Kade Otorisasi DJP kepada wajib pajak dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) hari kerja setelah permohonan diterima lengkap.

Jika permohonan Kode Otorisasi DJP tidak memenuhi ketentuan (baik yang disampaikan secara elektronik maupun tertulis), maka DJP akan menerbitkan Surat Penolakan Penerbitan Kode Otorisasi DJP kepada Wajib Pajak. (*)

Ditulis oleh Efa Rukmiwati, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

*)Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Gairah Baru Yamaha Aerox 155, Aplikasi Warna yang Elegan

2

Dirut Sritex Iwan Lukminto Ditangkap di Solo

3

Ini Cara Mudah "Copy Paste" di Perangkat MacBook, Anti Ribet!

4

Rilis Hari Ini! Temukan Perbedaan Xiaomi 14T dan Xiaomi 14T Pro

5

ITS Hadirkan Apartemen Kepiting Soka, Inovasi untuk Bantu Nelayan
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg