BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Suasana hangat yang akan tersaji akhir pekan ini, Minggu, 12 Oktober 2205 di kediaman Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar. Ia bersama Jurnalis Olahraga Bandung dan Persib Press akan menggelar acara mancing ceria Legenda Persib di Desa Ciluluk, Kab. Tanjungsari.
Umuh Muchtar gelaran acara mancing ceria bareng bersama sejumlah mantan pemain Persib akan menajdi sebuah momen sederhana yang sarat makna kebersamaan dan nostalgia. Bagi Umuh, kegiatan itu bukan sekadar silaturahmi biasa.
Ia ingin mengenang kembali perjalanan panjangnya bersama Maung Bandung dan para pemain yang pernah berjuang di bawah panji biru. Bagi Umuh Muchtar acara ini juga bisa merekatkan kembali segala emosional yang sebelumnya sempat renggang.
“Saya banyak kenangan dengan Persib, dengan semua mantan pemain. Mereka tahu betul, saya mencintai Persib karena hobi, bukan karena apa-apa. Saya dulu sering nginap di hotel waktu tim main, bukan untuk ikut campur, tapi karena saya ingin dekat dengan mereka,” ujar Umuh.
Ia pun bercerita tentang bagaimana dulu dirinya tak segan mengeluarkan uang pribadi demi kebahagiaan pemain. Pria berkumis tebal itu sadar, sikapnya ini hanya semata-mata ingin meringankan semua tekanan para pemain demi tampil optimal.
Baca Juga:
Peran Adam Alis di Tim Persib Sudah Diakui Saddil Ramdani
Persib Sudah Bersurat Kepada I-League Untuk Mengubah Jadwal Pertandingan Kontra Maluku Utara
“Dulu saya bisa jual tanah seperti jual kacang goreng, asal Persib menang, pasti saya kasih bonus. Tidak pernah ada taruhan, saya haramkan itu. Semua karena kecintaan saya pada Persib,” ujarnya.
Kenangan masa lalu itu, katanya, masih melekat hingga kini. Bahkan acara tersebut, sangat dinantikan oleh mantan punggawa Persib. Hal ini disampaikan langsung oleh mantan pemain Persib Asep Sumantri.
“Pak Haji itu bukan hanya manajer, tapi seperti orang tua bagi kami. Saya pribadi tidak akan lupa, beliau pernah menjual tanah dengan harga murah supaya saya bisa punya rumah sendiri. Itu bentuk perhatian yang luar biasa,” ujar Asep.
Ia juga mengenang masa-masa ketika Persib masih bergantung pada dana APBD. Saat kondisi finansial tim belum stabil, Umuh kerap turun tangan memberi bonus pribadi bagi para pemain.
“Kalau menang, pasti ada bonus dari Pak Haji. Itu bukan dari klub, tapi dari kantong beliau sendiri. Kami semua tahu niatnya tulus untuk mendukung Persib,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan Yudi Guntara, yang masih mengingat momen-momen kebersamaan dengan Umuh saat tim bertanding ke luar negeri.
“Dulu kalau mau berangkat ke luar negeri, para pemain suka nanya dulu, ‘Pak Haji ikut enggak?’ Kalau beliau ikut, semua senang. Karena kalau ada Pak Umuh, suasana tim selalu hangat dan bersemangat,” kenangnya. (RF/_Usk)











