Berapa Lama Proses Pemutihan BI Checking?

pemutihan BI Checking-1
(iStock)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemutihan BI Checking adalah istilah untuk penghapusan catatan buruk dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lantas, berapa lama pemutihan BI Checking?

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, riwayat kredit yang buruk dalam BI Checking akan secara otomatis hilang setelah lima tahun sejak pelunasan kewajiban kredit. Namun, hal ini dapat dibantu dengan pengajuan permohonan pemutihan BI Cheking.

Pemutihan BI Checking atau penghapusan status blacklist dalam SLIK OJK membutuhkan waktu sekitar 30 hari kerja. Namun, waktu ini bisa saja lebih lama ataupun singkat tergantung pada beberapa faktor.

Adapun faktor yang dapat mempercepat atau memperlampat pemutihan BI Cheking, yakni kompleksitas kasus kredit, kelengkapan dokumen yang diajukan, kecepatan proses internal bank atau lembaga keuangan, hingga kesalahan administratif atau masalah teknis.

Cara Mempercepat Pemutihan BI Checking

Jika riwayat kredit nasabah buruk, seperti adanya tunggakan atau kredit macet, catatan ini akan muncul di SLIK dan dapat memengaruhi kemampuan nasabah untuk mendapatkan pinjaman di masa depan.

Oleh karena itu, pemutihan BI Checking menjadi penting bagi nasabah yang ingin memperbaiki reputasi kreditnya. Namun, pemutihan BI Checking juga tidak instan.

Untuk memutihkan BI Checking, nasabah perlu melunasi semua utang yang tertunggak. Itu karena pemutihan BI Cheking hanya berlaku jika nasabah telah melunasi seluruh kewajiban kredit.

Jika utang masih belum dilunasi, catatan buruk akan terus ada. Setelah itu, lakukan beberapa hal berikut untuk mempercepat pemutihan BI Cheking:

  1. Mintalah surat keterangan lunas dari bank sebagai bukti.
  2. Kunjungi kantor OJK untuk mengonfirmasi pelunasan utang.
  3. Cek status BI Checking secara berkala melalui laman https://idebku.ojk.go.id

Penyebab Kredit di BI Checking Buruk

Melansir laman resmi Kemenkeu, skor kredit dalam BI Checking terbagi menjadi lima kelompok, yaitu Kol 1 (Lancar), Kol 2 (Dalam Perhatian Khusus), Kol 3 (Kurang Lancar), (4) Kol 4 (Diragukan), dan Kol 5 (Macet).

Jika skor kredit sudah masuk tahap Kol 5, berarti BI Checking nasabah sudah sangat jelek, sehingga kemungkinan besar pengajuan pinjaman, KPR, dan lainnya bisa ditolak oleh penyedia akses kredit.

Menurut Pulo Siregar dalam bukunya yang bertajuk Bebaskan Utangmu: 27 Studi Kasus Menyelesaikan Utang secara Legal, berikut beberapa penyebab BI Checking jelek yang paling umum.

1. Pembayaran Tidak Tepat Waktu

Keterlambatan pembayaran cicilan kredit menjadi penyebab utama BI Checking jelek. Setiap kali nasabah terlambat membayar cicilan, informasi tersebut langsung dicatat dalam SLIK dan memengaruhi skor kredit.

BACA JUGA:

Apa Itu BI Checking? Tujuan dan Nilai Resiko Kredit

Buruan Bayar, Tunggakan Pinjol Akan Masuk dalam BI Cheking

2. Menunggak Pembayaran Kredit

Jika nasabah menunggak pembayaran kredit, hal ini akan secara signifikan merusak BI Checking. Menunggak berarti nasabah tak membayar cicilan kredit dalam waktu lama, dan ini merupakan hal buruk bagi bank atau lembaga keuangan.

3. Terlalu Banyak Pengajuan Kredit dalam Waktu Singkat

Mengajukan banyak kredit dalam waktu singkat juga bisa berdampak negatif pada BI Checking nasabah. Bank akan menilai calon nasabah memiliki risiko tinggi jika ada terlalu banyak pengajuan kredit dalam waktu dekat.

(Kaje)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

2

Profil Hard Gumay, Paranormal yang Ramalkan Perceraian Andre Taulany

3

Cara Melihat Sandi Email Melalui Browser

4

Inilah Trend Perbankan Melirik ke Bisnis Paylater, Apa Penyebabnya ?

5

5 Adegan Berkesan di Film Doctor Lawyer, Sangat Menguras Emosi!
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg