JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan resmi mengenai kemunculan dua bibit siklon tropis yang berpotensi memengaruhi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Informasi ini disampaikan melalui unggahan TCWC BMKG pada Minggu dan dikutip Senin (8/12/2025).
Bibit pertama, 93W, awalnya terpantau di kawasan Pasifik Timur, Laut Papua. Namun, sistem tersebut kini bergeser ke sekitar Kepulauan Samar, wilayah Filipina yang berada di sisi utara Sulawesi Utara.
BMKG menyebut pusat sirkulasi bibit 93W memiliki kecepatan angin maksimum 20 knot atau sekitar 37 km/jam, dengan tekanan minimum 1005 hPa.
Dalam keterangan resminya, BMKG menilai potensi penguatan bibit 93W masih berada pada kategori rendah. Perkiraan perkembangan menuju siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam diproyeksikan tetap minim, namun dampak tidak langsungnya dapat dirasakan sejumlah daerah.
BMKG menyebut potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Kalimantan Utara serta Sulawesi Selatan hingga Senin malam. Kondisi ini perlu diwaspadai mengingat cuaca ekstrem masih mungkin berlangsung selama sistem tekanan rendah bergerak di wilayah utara Indonesia.
Bibit siklon kedua adalah 91S, yang teridentifikasi terbentuk pada Minggu (7/12) di Samudra Hindia barat daya Lampung. Fenomena atmosfer ini memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot atau 28 km/jam, dengan tekanan udara 1010 hPa.
Sama seperti bibit 93W, peluang 91S berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–72 jam juga dikategorikan rendah. Namun, pengaruh tidak langsung dari sistem ini sudah dirasakan di beberapa wilayah di pesisir barat Sumatra dan sekitar Selat Sunda.
BMKG menyatakan bahwa bibit 91S berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Bengkulu dan Lampung pada Senin (8/12). Selain itu, kondisi maritim juga diperingatkan karena gelombang laut dengan kategori moderat 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan muncul di Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, perairan barat Lampung, serta Samudra Hindia selatan Jawa.
Dalam keterangannya, BMKG meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah terdampak.
“Potensi kedua bibit siklon ini masih rendah, namun dampaknya dapat memicu hujan lebat dan gelombang tinggi. Masyarakat di daerah rawan perlu tetap waspada,” tulis BMKG.
BMKG juga mengimbau agar masyarakat mengikuti pembaruan informasi cuaca resmi, termasuk potensi banjir, banjir bandang, longsor, hingga risiko gelombang tinggi bagi aktivitas pelayaran. Lembaga tersebut menegaskan bahwa perkembangan kedua bibit siklon dapat berubah sesuai dinamika atmosfer.
(Dist)











