BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Laga kontra Selangor FC di AFC Champions League Two, kemarin, meninggalkan sedikit cerita negatif di kalangan Bobotoh. Gesekan antar penonton dan suporter tim tamu sempat terjadi di Tribun Timur Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Kamis, 24 Oktober 2025.
Gesekan tersebut terjadi pada babak kedua. Terlihat oknum suporter Persib dari tribun selatan mulai memberi tekanan kepada suporter Selangor FC. Tekanan itu bukan hanya umpatan dan nyanyian, melainkan berupa pelanggaran.
Terdengar lebih dari satu kali suara petasan yang muncul dari area tribun suporter Selangor FC. Diduga, petasan itu dinyalakan oleh oknum suporter Persib dan dilempar ke area tribun suporter Selangor FC. Tentu ini bisa menjadi ancaman denda bagi Persib.
Gelandang Persib Bandung, Marc Klok meminta agar semua Bobotoh tetap mematuhi setiap aturan yang berlaku di pertandingan. Marc Klok merasa aturan yang ada di pertandingan harus diindahkan, guna menjaga kondusifitas di lapangan.
“Saya pikir semua tahu, perilaku seperti apa, mungkin dengan waktu orang akan lupa, atau tidak mau tahu, tapi ya, saya tidak usah tanya soal itu karena semua tahu, sikap yang benar seperti apa,” jelas Marc Klok kepada awak media.
Baca Juga:
Langkah Tak Biasa Akan Diambil Persib Untuk Laga Versus Persis
Marc Klok Singgung Spirit Bertanding Persib Jelang Hadapi Persis Solo
Klok juga memberi apresiasi kepada Bobotoh yang sudah bersikap tertib di laga tersebut. Dalam pandangannya juga, kini Bobotoh sudah mulai menyadari akan bahayanya pelanggaran itu dan mereka terlihat lebih tenang serta bijak.
“Jadi lanjutkan, dan ikuti aturan dan buat game ini untuk kita, untuk tim untuk federasi dan klub. Membuatnya menjadi profesional, apa yang saya bisa katakan, sehingga semua bisa menikmati semua hal yang positif,” terangnya.
Ia pun berharap sikap para pendukung yang baik bisa menyadarkan oknum penonton yang selalu menjadi perusuh. Dengan begitu, semua pihak bisa sama-sama mendapatkan kenyamanan dalam mendukung timnya di lapangan.
“Klub juga tidak usah kena denda akibat perilaku yang tidak benar, jadi kuti saja aturan permaianan.” tutupnya.
(RF/_Usk)











