JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Dunia industri digital dikejutkan kabar wafatnya pemilik platform OnlyFans, Leonid Radvinsky, pada usia 43 tahun. Ia meninggal pada Senin (23/3/2026) setelah menjalani perjuangan panjang melawan penyakit kanker.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh juru bicara perusahaan, yang menyebut Radvinsky mengembuskan napas terakhirnya dengan tenang.
“Leo meninggal dunia dengan tenang setelah perjuangan panjang melawan kanker. Keluarganya meminta privasi untuk saat ini,” demikian pernyataan resmi pihak OnlyFans, Rabu (25/3/2026).
Perjuangan Melawan Penyakit
Detail mengenai jenis kanker yang diderita Radvinsky tidak pernah diungkap ke publik. Selama masa sakitnya, kondisi kesehatan sang miliarder memang dijaga ketat dari sorotan media.
Baik keluarga maupun perusahaan memilih tidak membuka informasi lebih jauh, menandakan bahwa perjuangan tersebut berlangsung dalam ruang privat.
Radvinsky dikenal sebagai tokoh kunci di balik transformasi OnlyFans menjadi platform global. Ia mengakuisisi perusahaan induknya, Fenix International Limited, pada 2018.
Di bawah kepemimpinannya, OnlyFans berkembang pesat, terutama saat pandemi COVID-19. Platform ini menjadi ruang bagi kreator untuk memperoleh penghasilan langsung dari pelanggan melalui sistem langganan.
Model bisnis tersebut terbukti efektif. OnlyFans mengambil komisi sekitar 20 persen, sementara sisanya menjadi milik kreator.
Jejak Kekayaan dan Latar Belakang
Lahir di Odesa, Ukraina, Radvinsky kemudian besar di Chicago, Amerika Serikat. Ia merupakan lulusan ekonomi dari Northwestern University.
Kesuksesannya di dunia digital mengantarkannya menjadi miliarder. Hingga Mei 2025, kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai sekitar 3,8 miliar dolar AS atau setara Rp61,4 triliun.
Baca Juga:
Hideki Sato Meninggal Dunia, Otak di Balik Konsol Gim Legendaris Sega
Kepergian Radvinsky meninggalkan jejak besar dalam industri ekonomi kreator digital. OnlyFans bukan hanya sekadar platform, tetapi telah menjadi simbol perubahan model bisnis di era internet—di mana kreator dapat langsung memonetisasi karya mereka tanpa perantara tradisional.
Meski kontroversial, dampak platform ini terhadap ekonomi digital global tidak dapat diabaikan.
Ke depan, perhatian publik kini tertuju pada arah kepemimpinan OnlyFans setelah kepergian sosok yang selama ini menjadi motor penggeraknya.
(Dist)











