BEKASI, TEROPONGMEDIA.ID – Di era digital, batasan antara pemimpin dan rakyat kini hanya sebatas layar ponsel. Namun, bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Akhmad Marjuki, interaksi di media sosial tidak boleh berhenti di dunia maya. Hal ini dibuktikannya saat ia secara khusus menemui dan memberikan apresiasi langsung kepada para pengikutnya (followers) dalam sebuah pertemuan hangat di Rumah Makan (RM) Haji Ida, Sukakarya, Kabupaten Bekasi.
Langkah ini menjadi oase di tengah kaku-nya birokrasi, menunjukkan bahwa media sosial bisa menjadi alat yang ampuh untuk membangun koneksi emosional yang tulus dengan konstituen.
Apresiasi untuk Loyalitas Digital
Pertemuan di RM Haji Ida tersebut bukan sekadar jamuan makan biasa. Marjuki ingin menunjukkan bahwa setiap komentar, masukan, dan dukungan yang diberikan warga di media sosial sangat berarti baginya. Bagi para followers yang beruntung, momen ini menjadi kejutan sekaligus bukti bahwa wakil rakyat mereka benar-benar membaca dan memperhatikan mereka.
“Media sosial bagi saya adalah ‘kantor kedua’. Di sana saya mendengar keluhan dan aspirasi warga secara cepat. Pertemuan hari ini adalah bentuk terima kasih saya atas silaturahmi digital yang selama ini terjalin. Saya ingin mereka tahu bahwa di balik akun tersebut, ada manusia yang peduli,” ujar Akhmad Marjuki.
Kuliner Lokal dan Ekonomi Kerakyatan
Pemilihan RM Haji Ida di Sukakarya sebagai lokasi pertemuan juga mengandung pesan strategis. Marjuki secara implisit mempromosikan potensi kuliner lokal Kabupaten Bekasi. Dengan membawa keramaian ke warung makan lokal, ia ikut menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
Poin-poin menarik dari aksi “Rezeki Follower” ini antara lain:
- Transparansi Komunikasi: Menciptakan ruang diskusi yang santai tanpa protokol yang rumit.
- Validasi Aspirasi: Mengonfirmasi berbagai laporan atau isu yang sempat dibahas di kolom komentar media sosial secara langsung di lapangan.
- Humanisasi Politisi: Menghilangkan kesan elitis dan membangun citra pemimpin yang easy-going namun tetap solutif.
Gaya Kepemimpinan Era Baru
Aksi Marjuki ini mencerminkan tren kepemimpinan masa kini yang lebih inklusif dan adaptif terhadap teknologi. Ia percaya bahwa pemimpin yang dicintai adalah mereka yang mau turun ke gang-gang sempit, masuk ke pasar, sekaligus aktif menyapa warga di jagat internet.
“Jangan hanya aktif di medsos saat butuh suara. Kita harus hadir setiap saat, baik untuk mendengar keluhan maupun sekadar berbagi kebahagiaan kecil seperti ini. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan bagi warga Sukakarya dan sekitarnya,” tutupnya.











