MAKASSAR, TEROPONGMEDIA.ID – Perum Bulog menyatakan kesiapan untuk menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kemasan 2 kilogram (kg) seiring melimpahnya stok beras nasional.
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, mengatakan distribusi tinggal menunggu penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Apabila kami ditugaskan, kami siap melaksanakan. Stok beras kita banyak,” ujar Prihasto di Hotel Pantai Gapura, Senin (6/4).
Ia menegaskan Bulog akan segera bergerak setelah menerima penugasan tanpa menunda waktu. Proses distribusi akan dilakukan secepat mungkin sesuai arahan pemerintah.
“Begitu ada penugasan, Bulog langsung bergerak. Kita sesegera mungkin sesuai dengan penugasan yang diberikan,” katanya.
Baca Juga:
Perum Bulog Buka Loker, Cek Informasinya Disini!
Terkait kemasan, Prihasto menjelaskan desain beras SPHP 2 kg pada dasarnya sama dengan kemasan sebelumnya, hanya berbeda ukuran untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Harga tetap dihitung per kilogram, dengan harga di gudang Bulog sekitar Rp11.000 per kg.
Dari sisi pasokan, Bulog memastikan tidak ada kendala. Saat ini, perusahaan memiliki penugasan penyaluran SPHP sebesar 823 ribu ton yang dapat dialokasikan, termasuk untuk kemasan 2 kg.
“Intinya stok kita banyak. Kalau memang di petunjuk teknisnya dibuat yang 2 kilogram, kita segera siapkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prihasto mengungkapkan cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini berada pada level tinggi, dengan total stok nasional telah melampaui 4,5 juta ton. Angka tersebut diperkirakan terus meningkat dan berpotensi menembus 5 juta ton pada pekan ketiga April.
“Insya Allah sampai minggu ketiga April, stok kita bisa mencapai 5 juta ton,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kemasan beras SPHP 2 kg masih dalam tahap desain dan akan segera diluncurkan setelah proses tersebut rampung.
Menurutnya, percepatan program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih fleksibel.
“Segera. Begitu selesai langsung. Kalau hari ini selesai, hari ini saya tanda tangan. Apa saja untuk rakyat,” ujar Amran.
Berdasarkan ketentuan Bapanas, beras SPHP kini tersedia dalam dua pilihan kemasan, yakni 5 kg dan 2 kg dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan berbeda sesuai wilayah. Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Sulawesi, HET ditetapkan sebesar Rp12.500 per kg; sebagian Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur Rp13.100 per kg; serta Maluku dan Papua sebesar Rp13.500 per kg.











